Tokoh dan Penokohan dalam Novel Bekisar Merah Dan Belantik Karya Ahmad Tohari .
Kata kunci : Tokoh dan Penokohan
Karya sastra bukan sekedar tempat renungan sketsa manusia dan kehidupannya, melainkan ia bisa menjadi subyek yang menyusup masuk mencari sesuatu dalam diri manusia dan tata kehidupannya. Sastrawan memiliki panca indera yang sangat peka untuk mengungkap gejala alam termasuk segala sesuatu yang terjadi di masyarakat. Walaupun kadang-kadang berupa ungkapan yang halus, namun merupakan kritik yang keras dan tajam tepat pada sasaran yang dalam.Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah tokoh dan penokohan dalam Novel Bekisar Merah dan Novel Belantik karya Ahmad Tohari?. Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan tokoh dan penokohan dalam Novel Bekisar Merah dan Novel Belantik karya Ahmad Tohari. Sumber data dalam penelitian ini adalah Novel Bekisar Merah dan Novel Belantik karya Ahmad Tohari. Untuk memperoleh data dan menganalisis data hasil penelitian penulis menggunakan teknik tidak langsung artinya data yang hanya dapat diukur dan data ini termasuk jenis data kualitatif.Tokoh merupakan pelaku atau aktor dalam cerita, sedangkan penokohan adalah pemberian sifat pada seorang pelaku yang terdapat dalam cerita baik keadaan lahir maupun batin yang berupa pandangan hidupnya, keyakinannya dan adat istiadat. Tokoh dan penokohan secara umum dalam novel Bekisar Merah karya Ahmad Tohari adalah Lasi seorang wanita yang bermata kaput seperti orang Jepang. Sedangkan tokoh lain adalah Darsa seorang pemanjat pohon kelapa yang berkulit hitam, kekar, Mukri, Eyang Mus, Mbok Mus, Mbok Wiryaji, Kanjat, Pak Tir, Bu Koneng, Bu Lanting, Pak Han (Handarbeni), Pardi, Sapon dan sebagainya.Novel Belantik merupakan lanjutan dari novel Bekisar Merah, hal ini terindikasi adanya kata ‘(Bekisar Merah II)’ dibawah judul ‘Belantik. Para tokoh dalam novel Belantik adalah mereka yang telah dikemukakan dalam novel Bekisar Merah di atas, namun demikian dalam novel Belantik terdapat tokoh lain seperti Pak Min seorang supir Pak Han dan Mak Min istri Pak Min, Mayor Brangas, Drs. Cablaka, Ir. Sutarmin MSc., Martacarub, SH (seorang dosen/teman Kanjat di Universiotas Jendral Soedirman Purwokerto), Blakasuta, S.H., Paman Ngalwi, perempuan-perempuan warung bu Koneng seperti Si Betis Kering dan si Anting Besar. Kecuali tokoh yang berupa manusia, ada juga tokoh yang berujud binatang seperti tikus busuk, celuruh, ketonggeng, si ekor kipas dan labah-labah.Dalam proses belajar mengajar di sekolah pengajaran sastra mempunyai peran yang penting, disamping dapat menambah nilai-nilai budaya juga dapat menambah wawasan berfikir siswa dalam hal interpretasinya terhadap hasil karya sastra seperti novel, cerpen, puisi dan sebagainya.