Kekerasan bukan solusi tepat untuk menghadapi kebandelan Si Kecil. Jika anda cukup cerdik, hadapilah kebandelannya dengan
sikap bijak. Sebagai orang tua seringkali dibuat marah, jengkel, kesal akan ulah anak yang kerapkali membantah saat dinasihati. Menghadapi sejumlah perilaku negatif ini orangtua semestinya mulai mengubah perspektif dan memberi penghargaan lebih kepada anak-anak agar tak menjadi-jadi, sebagai berikut:
- Berikan empowering bukan overpowering, pikirkanlah dan bertindaklah secara positif sesuai perkembangan anak. Pada dasarnya manusia mempunyai naluri untuk berjuang demi kekuasaan, tak perlu berlebihan melawannya. Lakukan cara yang lebih bijak dan bermanfaat agar anak merasa berdaya/berkuasa. Cobalah membuat hubungan yang lebih kooperatif dan anak akan mengikuti perintah anda; Hal ini lebih baik daripada melihat sikap anak sebagai kebandelan dan pembrontakan;
- Hindari Kebandelan, untuk menghindari perkelahian anda perlu mnciptakan situasi yang berakhir dengan gembira, penuh perhatian, dan kasih sayang. Ini akan memberi pesan kepada anak. orang tua tak mau berselisih paham denganmu atau melukaimu;
- Beri pilihan bukan perintah, pastikan anda tak memberi pilihan otokratis atau yang membatasi kebebasan anak. Cobalah memberi kebebasan lebih dan memberi pilihan yang bebas terbuka. Dan pilihan itu bukanlah hukuman atau sejenisnya. Sebaiknya hindarai membuat pilihan yang akan membuat anak ketakutan atau merasa dihukum;
- Mengatasi kata "Tidak", orangtua seringkali melarang anaknya berkata "Tidak" dan perintah yang otoritatif lainnya. Kalau kata "Tidak" untuk ketidaksepakatan akan lebih baik daripada menganggapnya sebagai respons tidak hormat kepada orangtua. Ajarkan anak untuk mengatakan "Tidak" atau tak sepakat, namun secara tepat dan penuh hormat.
Maka berdamailah dengan kebandelan anak-anak kita dengan penuh hormat, kesejukan dan situasi yang menyenangkan.