Banyak pelajaran dan pengalaman yang kita dapat tentang sebuah komunikasi.
Bagaimana sebuah komunikasi dapat menghasilkan
sesuatu yang baik.
Bagaimana sebuah komunikasi dapat merubah sesuatu yang baik sekejap menjadi sebuah penyesalan.
Namun selama ini yang jarang sekali terangkat adalah bagaimana kita membina suatu komunikasi.
Ada yang bilang harus berkepala dingin.
Ada yang bilang harus tenang dan sabar.
Ada yang bilang kenali lawan Anda.
Semua itu adalah cara komunikasi yang baik,
Bagaimanakah sebenarnya kita bisa membina komunikasi yang baik ?
Semua itu bermula dari "Sikap Menghargai" tanpa adanya sikap menghargai semua hal itu tidak akan terjadi.
Apakah Anda bisa berkepala dingin, jika Anda sudah tidak menghargai lawan Anda ?
Apakah Anda dapat tenang, jika lawan Anda bukanlah seseorang yang Anda hargai ?
Apakah Anda ingin mengenal lebih jauh lawan Anda, jika Anda tidak menghargainya ?
Lalu apakah yang bisa Anda dapatkan dari Sikap Menghargai ini ?
Saya ambil contoh seorang Atasan dan Karyawan :
- Jika Anda adalah seorang Atasan yang tidak menghargai Karyawan sebagai suatu individu yang membutuhkan penghargaan atas apa yang telah dikerjakannya. Dapatkah Anda memaksimalkan fungsi kerjanya ? Dapatkah Anda mendapatkan kerja keras dari Karyawan tersebut ?
Jika Anda jawab Dapat.
Maka saya tanyakan kembali , apakah Anda mensupervisi pekerjaannya ?
Jika iya, maka Anda telah gagal.
- Lalu bagaimana jika Anda , menghargai setiap individu karyawan Anda ? Apakah semua menjadi baik dalam seketika ?
Tidak, semua itu memerlukan proses dan tahapan.
Seperti yang saya kemukakan sebelumnya :
"Komunikasi yang baik dapat menghasilkan yang baik, namun komunikasi yang buruk dapat merubah sesuatu yang baik sekejap menjadi penyesalan".
Saya ambil contoh kembali dari segi Atasan dan Karyawan :
- Jika Anda adalah seorang atasan yang sering sekali tidak menghargai waktu karyawan, sering memberikan tugas dan tekanan di luar jam kerjanya yang sebenarnya tidaklah terlalu penting dan urgent.
Dan Anda bangga dengan kepatuhan karyawan Anda, meskipun Anda tidak tahu apa isi hati dan pikiran karyawan saat itu.
Bagaimana jika dia sampai pada masa jenuhnya ? Jika Anda menelpon, Karyawan Anda tidak menggubris telepon Anda, tidak membalas telepon Anda.
Karena dia terlalu takut atau kesal setiap melihat nama Anda muncul di layar handphonenya.
- Mungkin Anda tidak akan menganggap ini sebagai suatu masalah emosional bagi Anda, namun bagaimana jika hal ini berhubungan dengan aset dan materi Anda ? Banyak karakter Atasan yang sangat memiliki hubungan emosional dengan aset tidak bergerak(benda mati) lebih dari aset hidup seperti karyawannya.
Kembali ke aset dan materi, jika Anda mengalami kemalangan kantor/pabrik Anda mengalami kebakaran. Siapakah yang Anda hubungi selain pemadam kebakaran? Karyawan Anda , bukan ? Apa jadinya jika mereka memendam rasa takut mengangkat telepon Anda ?
Apa jadinya jika mereka memendam rasa benci , sehingga mereka membiarkan saja tempat bekerjanya terbakar demi membalas sakit hatinya pada Atasan ?
Dalam kehidupan ini, banyak sekali masalah yang diawali dari kurangnya " Sikap Menghargai" .
Simak Edisi berikutnya di Komunikasi dalam hubungan cinta.