.
Internet
-
Summary rating: 2 stars
(4 Tinjauan)
-
Kunjungan : 256
-
kata:300
-
Comments
:
0
SENI BUDAYA
Gending Sriwijaya merupakan tari spesifik masyarakat Sumatra selatan untuk menyambut tamu istimewa yang
berkunjung ke daerah, seperti kepala negara, kepala-kepala pemerintahan negara sahabat , duta-duta besar yang setara. Tarian tradisional ini berasal dari masa kerajaan sriwijaya. Tarian yang khas mencerminkan sikap tuan rumah yang ramah, gembira dan bahagia, tulus dan terbuka terhadap tamu yang istimewa. Tarian di gelarkan 9 penari muda dan cantik-cantik yang berbusana Adat Asean Gede, selendang mantri,paksangkong, dodot dan tanggai. Mereka merupakan penari inti yang dikawal dua penari lainnya membawa payung dan tombak. Penari paling depan membawa tepak sebagai sekapur sirih untuk di persembahkan kepada tamu istimewa yang datang, diiringi dua penari yang membawa pridon terbuat dari kuningan. Pembawa pridon biasanya adalah sahabat akrab atau inang pengasuh sang putri. Tari gending sriwijaya, termasuk lagu pengiringnya, diciptkan tahun 1944 untuk mengingatkan para pemuda bahwa para nenek moyang adalah bangsa dan besar yang menghormati persaudaraan dan persahabatan antar manusia dan berhubungan antara manusia dengan Sang pencipta. Masyarakat palembang memiliki seni tari-tarian klasik. Diantaranya, tari tapak atau tari tanggai yang biasa digelarkan untuk menyambut tamu-tamu terhormat. Tarian ini memilik persamaan dengan tari Gending Sriwijaya. Perbedaannya pada jumlah penari dan busanannya. Tari tanggai dibawakan oleh 5 penari, sedangkan Gending Sriwijaya 9 penari.
- Satu orang penari utama pembawa tepak (tepak, kapur, sirih)
- Dua orang penari pembawa peridon ( perlengkapan tepak)
- Enam orang penari pendamping ( tiga dikanan dan tiga kiri)
- Satu orang pembawa payung kebesaran ( dibawa oleh pria)
- Dua orang pembawa tombak ( pria)
Diterbitkan di:
April 24, 2009