Wiku Pulangasih lahir di Yogyakarta 20 Desember 1989. Putra pertama dari dramawan Sri Harjanto Sahid (45) dan pelukis
Wara Anindyah (38). Kini Wiku Pulangasih bersekolah di SMA N 1 Yogyakarta kelas XII Internasional. Telah menerjemahkan buku-buku seni rupa dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia antara lain : Essential Monet, Essential Surrealists, Essential Dali, The World of Cezanne,The World of Manet, Imperial Wardrobe, dan The World of Van Gogh. Wiku juga telah mengadakan pembacaan puisi keliling di kampus-kampus serta kantong-kantong budaya bersama beberapa penyair seperti : Mustofa Bisri, Djawahir Muhammad, dan Sri Harjanto Sahid.
Aktif melukis sejak berusia 10 bulan. Pernah berpameran tunggal di :
Benteng Vredeburg Yogyakarta tahun 1992, saat berusia 2,5 tahun. Dibuka oleh Gusti Kanjeng Ratu Hemas.
Taman Budaya Surakarta tahun 1993, dibuka oleh GRAY Koes Moertiyah.
Pondok Budaya Yogyakarta tahun 1994.
Pendopo Agung Tamansiswa Yogyakarta tahun 1995.
Museum Bung Karno Blitar tahun 1995, memperingati seperempat abad haul Bung Karno.
Galeri Kafe SOLO tahun 1998 milik budayawan Sardono W. Kusumo
Purna Budaya Yogyakarta tahun 2000.
Taman Budaya Surakarta tahun 2001.
Galeri Sudut Yogyakarta tahun 2001.
Puluhan kali mengikuti pameran bersama di dalam dan luar negeri antara lain di New York, Paris, London, Bucharest, Tokyo, dan Melbourne.
Tinggal bersama keluarga di Jalan Lowanu Gang Dahlia UH VI no. 686 D Sorosutan, Yogyakarta. HP 0818268561.