Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Arkeologi>Candi, PENINGGALAN KERAJAAN KUNO

Candi, PENINGGALAN KERAJAAN KUNO

oleh: encik     Pengarang : D.Susantio
ª
 
Dewi Maut
Istilah Candi berasal dari kata Candika, yakni nama untuk Dewi Durga sebagai Dewi Maut. Istilah Candi umumnya hanya dikenal di Jawa Tengah, Yogyakarta. Di Jawa Timur, sering disebut cungkub, sementara di Sumatra Utara dinamakan biaro. Namun candi sudah terlanjur populer, sehingga apa pun bentuk bangunan dan di mana pun letaknya, asalkan berasal dari masa abad ke-5 hingga ke-16 M, selalu saja disebut candi.

Candi terdiri atas bangunan yang berdiri sendiri atau berkelompok. Biasanya kelompok candi berupa sebuah candi induk dengan sejumlah candi pewara (pengapit) yang berukuran lebih kecil. Bangunan berbentuk gapura beratap (paduraksa) dan tidak beratap (gapura bentar), bahkan kolam atau petirtaan yang dilengkapi area pancuran juga sering disebut candi.

Umumnya candi merupakan peninggalan kerajaan-kerajaan kuno yang pernah berkuasa di Indonesia, seperti Mataram, Singasari, Majapahit, dan Sriwijaya. Candi Borobudur dan Prambanan, misalnya, berasal dari kerajaan Mataram (abad ke-8 hingga abad ke-11). Candi Singosari, Kidal, dan Jago berasal dari kerajaan Singosari (abad ke-11 hingga ke-13). Candi Tikus, Bajangratu, dab Brahu berasal dari kerajaan Majapahit (abad ke-15). Candi-candi di sekitar Muara Jambi berasal dari kerajaan Sriwijaya (abad ke-7 hingga ke-11).

Dua agama
Candi merupakan bangunan purbakala yang bercirikan dua agama besar waktu itu yakni Hindu dan Budha. Candi Hindu dikenali dari arca-arca yang terdapat di dalam atau di sekeliling candi, antara lain dewa Siwa, Durga, Ganesa dan Agastya. Candi Budha memiliki dua ciri khusus berupa stupa atau arca dhyani Budha. Namun ada pula candi yang bersifat Budhisme dan Hinduisme sekaligus, yakni candi Jawi di Jawa Timur. Ini menggambarkan agama Hindu dan Budha dapat hidup berdampingan secara damai..

Jika ketika itu saja sudah digambarkan dua agama dapat hidup berdampingan, tidak aneh bukan kini kita dapat hidup berdampingan dengan beberapa agama yang berbeda dan dengan aneka ragam budaya bukan! Bahkan Bhinneka Tunggal Ika sudah bukan barang baru yang diperdebatkan, namun ketika Obama mengucapkan Bhinneka Tunggal Ika sebanyak dua kali ketika di UI, rasanya kita baru tersadar ooo ya kita ya yang memiliki Bhinneka Tunggal Ika itu !
Diterbitkan di: 28 Nopember, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    perancang candi borobudur peninggalan kerajaan mataram bernama siapa? Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    perancang candi borobudur peninggalan mataram kuno Lihat semua
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    cerita tentang candi borobudur Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
  1. 2. encik

    syukur

    Alhamdulillah memberi manfaat!!!

    0 Nilai 13 Januari 2012
  2. 1. novita gb

    terus masukkan

    karena ini saya bisa mengerjakan tugas2 saya terima kasih

    2 Nilai 12 Januari 2012
X

.