Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Arkeologi>Situs Warisan Dunia : S A N G I R A N

Situs Warisan Dunia : S A N G I R A N

oleh: LudiPNK     Pengarang : Soedjadi Hartono
ª
 
Sangiran terletak 15 km di utara kota Surakarta, dimana telah dibangun sebuah museum purbakala. Wilayah Sangiran diketemukan oleh ahli arkaelogi bernama Von Koenigswald pada tahun 1934. Situs Sangiran menjadi terkenal karena penemuan alat batu yang mengarah pada penemuan manusia purba. Jauh sebelumnya Eugene Dubois pada tahun 1893, penemu fosil manusia purba Trinil, sudah singgah di Sangiran, namun kurang tertarik. ia tinggalkan Sangiran dan terus menuju Trinil dekat kota Madiun. Di desa Trinil yang terletak di tepi bengawan Solo, ditemukan fosil tulang paha dan tengkorak manusia purba yang dinamai Pithecanthropus erectus, si manusia berjalan tegak.
di situs Sangiran oleh masyarakat menemukan rahang bawah fosil manusia purba di lapisan Pucangan atas, yang kemudian dikenal sebagai Homo erectus. Kini temuan terus berlanjut dan sudah mencapai sekitar 60 individu, tersebar di wilayah Kabupaten Sragen di utara dan Kabupaten Karanganyar jumlah keseluruhan telah melebihi 50% dari seluruh temuan fosil manusia purba di dunia. Lingkungan alam Sangiran sangat mendukung kehidupan manusia purba ketika wilayah depresi Solo menjadi daratan sejak 800.000 tahun lalu.
Pada jaman Pleistosen lapisan tersebut adalah merupakan dasar laut. Akibat adanya kekuatan endagen yang menekan keatas, dasar laut terembul ke atas. Pada lapisan tersebut terdapat banyak fosil karang dan jenis jasad renik dari kelompok diatomeae Kehidupan jenis karnivora dan antilope saat itu juga cukup menonjol. Jenis Cervidae (rusa Axis lydekkeri) dan jenis Bovidae (sapi, banteng, kerbau), banyak ditemukan bersama-sama artefak paleolitik.
Alat alat serpih seperti kapak pembelah, kapak perimbas, dan batu pemukul ditemukan di lapisan Kabuh bersama fosil hewan di tepi endapan sungai purba di Ngebung. Alat alat serpih tersebut juga ditemukan dalam lapisan Grenzbank di Dayu. Peralatan itu menjelaskan milik Homo erectus yang hidup sekitar 900.000- 500.000 tahun lalu.
Fosil Sangiran 17 yang berusia 500.000 tahun merupakan fosil terbaik yang pernah diketemukan di Asia, karena yang paling lengkap dengan bagian mukanya. Semua temuan fosil atau benda purbakala harus diserahkan kepada petugas museum atau kepada Dinas purbakala setempat.Kabarnya penduduk sudah mentaati peraturan tersebut.Namun masih diperlukan adanya pengawasan oleh semua instansi terkait, untuk mencegah perburuan fosil dan dijual sampai ke manca negara.
Ciri utama yang membedakan kemajuan evolusi barangkali salah satunya adalah besarnya volume tengkorak. Manusia modern volume tengkorak diatas 1400 cc, sedang yang primitif dibawah 400 cc. Homo erectus sekitar 800 – 1300 cc ? Kera besar (simpase, gorila, orang utan) kurang dari 350 cc.
Indonesia memiliki enam lokasi kawasan perlindungan yang tercatat dalam daftar Situs Warisan Budaya Dunia, yakni Candi Borobudur, Candi Prambanan, dan Sangiran. Selanjutnya yang tercatat dalam daftar Situs Warisan Alam Dunia adalah Taman Nasional Ujung Kulon, Komodo, dan Lorentz.
Diterbitkan di: 02 Mei, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    bagaimana seharusnya sikap kita terhadap perdagangan fosil tersebut? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.