Kemarin adalah
hari perayaan Valentine's Day versi Cina yang merupakan
festival tradisional
untuk kaum Tiong Hoa (Chinese). Menurut mitos kuno Cina, seorang peternak sapi dan seorang bidadari yang adalah
pasangan kekasih dan dipisahkan oleh Ibu Suri dari langit barat, hanya dapat bertemu pada malam itu. Dan berkat mitos yang menyentuh itu, maka hari ketujuh dari bulan ketujuh dirayakan orang Tiong Hoa sebagai Hari
kasih. Di Cina, penduduk menamakannya "QiXi", "Festival Mengemis" dan "Festival Anak Perempuan". Sedangkan 14 February menurut kalender surya adalah perayaan Hari Kasih Eropa. Perayaan versi Eropa ini juga melibatkan sebuah kisah yang mengharukan. Seperti yang diceritakan, kisah ini terjadi di abad ke-3. Ada seorang penguasa tiran di masa kuno Roma bernama Claudius. Dia memisahkan pasangan-pasangan muda yang akan menikah dan mengirim para pria ke medan perang, yang membuat mereka sangat sedih. Namun, ada seorang biarawan bernama Valentine yang sangat marah kepada sang penguasa dan peraturannya. Suatu hari, sepasang kekasih datang ke biaranya dan meminta bantuan untuk dinikahkan, dan Valentine menolong mereka. Sejak itu, banyak pasangan yang dinikahkan berkat pertolongan Valentine sehingga akhirnya perbuatannya itu diketahui oleh Claudius. Dia menghukum mati Valentine dengan brutal. Valentine kemudian dikuburkan di St. Praxedes, dan hari itu adalah 14 February, tahun 240. Dibandingkan dengan Hari Kasih di Eropa, Hari Kasih di Cina tidak begitu panas walaupun merupakan festival tradisional. Saya rasa, ada banyak alasan. Pertama, penanggalan bulan tidak mudah untuk diingat atau diketahui oleh banyak orang muda yang terbiasa dengan penanggalan surya. Itulah sebabnya kenapa orang lebih mengetahui Hari Kasih versi Eropa dan bingung bila ditanyai tentang Hari Kasih versi Cina. Kedua, propaganda komersial dan media mendapat lebih banyak perhatian dari Hari Kasih Eropa karena pengaruhnya kepada publik. Bagi banyak pengusaha Eropa Hari Kasih bukan sekedar festival bagi pasangan-pasangan kekasih, melainkan juga festival untuk pemasaran. Sebagian besar toko bunga dapat menjual bunganya dengan harga tinggi pada Hari Kasih Eropa, sementara usaha tidak begitu bagus pada perayaan QiXi. Karena pada Hari Kasih Eropa pasangan kekasih lebih tahu tentang cara menikmati perayaan tersebut, mereka saling bertukar kartu, bunga dan keluar untuk berkencan. Mereka tidak terlalu tahu tentang budaya Hari Kasih Cina dan bagaimana merayakannya. Saya rasa, penting bagi orang Tiong Hoa untuk menghargai festival tradisional seperti yang dirayakan oleh nenek moyang kita.
Ringkasan lain tentang Hari Kasih di Cina