Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Prinsip Dasar dalam Seni Rupa

Prinsip Dasar dalam Seni Rupa

oleh: marthayunanda     Pengarang : Martha Yunanda
ª
 
/* Style Definitions */ table.MsoNormalTable {mso-style-name:"Table Normal"; mso-style-parent:""; font-size: 11.0pt; font-family:"Calibri","sans-serif"; mso-fareast-font-family:"TimesNew Roman"; mso-bidi-font-family:"Times New Roman";}

Dalam mencipta bentuk, perupa memilih unsur-unsur rupa, memadukan dan menyusunnya agar
diperoleh bentuk yang menarik, memuaskan, atau membangkitkan pengalaman visual tertentu.
Karena itu unsur-unsur rupa harus diatur, diorganisasikan, sehingga menjadi bentuk yang harmonis dan
memiliki keseutuhan yang padu.
Dengan kata lain, tujuan mengorganisasikan unsur-unsur rupa adalah untuk mewujudkan nilai-nilai
estetis karya.
Organisasi unsur-unsur rupa itu disebut komposisi atau desain.
Prinsip atau kaidah dalam menata unsur seni rupa dapat dilakukan dengan berbagai cara sehingga
diperoleh suatu komposisi karya yang memuaskan.

1. Prinsip Kesatuan (unity)

Kesatuan merupakan prinsip pengorganisasian unsur rupa yang paling mendasar. Tujuan akhir dari
penerapan prinsip-prinsip desain (seni rupa) yang lain, seperti keseimbangan, kesebandingan, irama,
dan lainnya adalah untuk mewujudkan kesatuan yang padu atau keseutuhan.
Prinsip kesatuan seharusnya tidak dilihat setara dengan prinsip-prinsip lain, karena sesungguhnya
kesatuan diperoleh dengan terpenuhinya prinsip-prinsip yang lain. Karena itu, kesatuan merupakan
prinsip desain (seni rupa) yang berperan paling menentukan, sebagai prinsip induk yang membawakan
prinsip-prinsip seni rupa lainnya.
Tidak adanya kesatuan dalam suatu tatanan mengakibatkan kekacauan, ruwet, atau cerai-berai tak
terkoordinasi. Kekacauan yang dapat mengganggu kenyamanan dan mengancam keindahan selalu
dihindari dalam suatu tatanan bentuk atau desain yang bernilai.

2. Prinsip Keserasian (harmony)

Keserasian merupakan prinsip seni rupa yang mempertimbangkan keselarasan dan keserasian antar
bagian dalam suatu keseluruhan, sehingga cocok satu dengan yang lain, serta terdapat keterpaduan
yang tidak saling bertentangan.
Susunan yang harmonis menunjukkan adanya keserasian dalam bentuk raut dan garis, ukuran, warna-
warna, dan tekstur. Semuanya berada pada kesatupaduan untuk memperoleh suatu tujuan atau makna.

3. Prinsip Irama (rhythm)

Irama merupakan pengaturan unsur ataun unsur-unsur rupa secara berulang dan berkelajutan, sehingga
bentuk yang tercipta memiliki kesatuan arah dan gerak yang membangkitkan keterpaduan bagian-
bagiannya.

4. Prinsip Dominasi/Penonjolan (center of interest)

Dominasi adalah pengaturan peran atau penonjolan bagian atas bagian lainnya dalam suatu
keseluruhan.
Dengan peran yang menonjol pada bagian itu maka menjadi pusat perhatian (center of interest) dan
merupakan tekanan (emphasis), karena itu menjadi bagian yang menting dan yang diutamakan.

Dengan adanya dominasi, unsur-unsur tidak akan tampil seragam, setara, atau sama kuat, sehingga

saling berebut meminta perhatian dan tidak saling memisahkan diri, melainkan justru memperkuan

keseutuhan dan kesatuan bentuk

5. Prinsip Keseimbangan (balance)

Keseimbangan merupakan prinsip seni rupa yang berkaitan dengan pengaturan "bobot" akibat "gaya
berat" dan letak kedudukan bagian-bagian, sehingga susunan dalam keadaan seimbang.
Tidak adanya keseimbangan dalam suatu komposisi, akan membuat perasaan tak tenang dan
keseutuhan komposisi akan terganggu, sebaliknya, keseimbangan yang baik memberikan perasaan
tenang dan menarik, serta menjada keutuhan komposisi.

6. Prinsip Kesebandingan (proportion)
Kesebandingan atau proporsi, berarti hubungan antar bagian atau antara bagian terhadap
keseluruhannya.
Pengaturan hubungan yang dimaksud, bertalian dengan ukuran, yakni besar kecilnya bagian, luas
sempitnya bagian, panjang pendeknya bagian, atau tinggi rendahnya bagian. Selain itu kesebandingan
juga menunjukkan pertautan ukuran antara suatu objek atau bagian dengan bagian yang
mengelilinginya.
Tujuan pengaturan kesebandingan adalah agar dicapai kesesuaian dan keseimbangan, sehingga
diperoleh kesatuan yang memuaskan.


Diterbitkan di: 09 Maret, 2012   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
  1. Menjawab   Pertanyaan  :    apa hukum dasar senu dan apa fungsinya bagi kegiatan dakwah ?? Lihat semua
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.