Cari
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Create a Shvoong account from scratch

Already a Member? Masuk!
×

Masuk

Sign in using your Facebook account

OR

Not a Member? Daftarkan diri!
×

Daftarkan diri

Use your Facebook account for quick registration

OR

Masuk

Sign in using your Facebook account

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Tingginya KEDUDUKAN ORANG YANG BERILMU

Tingginya KEDUDUKAN ORANG YANG BERILMU

oleh: gardeniaaugusta     Pengarang : dini nuris nuraini
ª
 

TINGGINYA KEDUDUKAN ORANG YANG BERILMU

Untuk memperoleh keberhasilan di dalam mencapai sesuatu diperlukan ilmu. Ingin sukses dunia ada ilmunya, ingin sukses akhirat juga ada ilmunya. Allah SWT. mengangkat orang-orang yang berilmu beberapa derajat dan juga memudahkan jalan bagi mereka ke surge. Keutamaan manusia sebagai makhluk salah satunya adalah karena manusia mempunyai akal pikiran. Itulah bekal yang diberikan Allah SWT. kepada manusia untuk mengemban tugas besar sebagai khalifah di bumi, yang paling minim adalah bisa memimpin diri sendiri. Itu tidak mudah, perang besar, bahkan mengendalikan hawa nafsu kita adalah termasuk jihad. Nah, akal pikiran ini harus dimanfaatkan dengan baik dan diasah, yaitu dengan ilmu. Allah SWT. pernah menyerupakan orang yang tidak mengerti seperti binatang ternak, bahkan orang yang tidak menggunakan akal pikirannya derajatnya dapat lebih rendah daripada setan.

Ilmu membuat kita yakin dan mempunyai dasar yang kuat, sehingga tidak menjadi orang yang hanya ikut-ikutan. Pelajarilah suatu ilmu atau ajarkanlah suatu ilmu, agar kita tidak celaka. Waktu terus berputar, jika kita tidak menambah ilmu kita (up to date) maka kita akan celaka. Ilmu itu harus diamalkan, tentunya, pilih ilmu yang bermanfaat saja. Ilmu yang tidak diamalkan dapat hilang/terlupa, tidak ada manfaatnya bagi kita/oran lain, sebaliknya ilmu yang diamalkan akan kita ingat dan bermanfaat bagi diri kita dan orang lain. Selain itu, ilmu yang bermanfaat dapat menjadi pahala yang tidak terputus bagi orang yang mengerjakan ilmu tersebut walaupun orang itu sudah meninggal. Ditambah lagi jika ilmu yang diajarkan itu baik dan diikuti oleh orang lain, maka ganjaran orang yang mengajar ilmu tersebut akan berlipat ganda.

Ilmu itu tidak hanya teori. Tidak dikatakan alim jika orang itu tahu tetapi tidak mengamalkan. Bahkan orang yang hanya menasehatkan kebenaran tetapi tidak mengamalkannya, di akhirat akan diazab seperti himar yang berputar-putar pada penggilingan, dan ususnya terburai. Hukuman diberlakukan setelah orang mengetahui ilmunya, namun bukan berarti kita tidak perlu menuntut ilmu saja agar tidak mendapat hukuman. Keliru, justru Allah SWT. memberikan otak yang mempunyai kemampuan yang luar biasa kepada manusia adalah untuk diaplikasikan. Allah SWT. menciptakan segala yang ada di bumi untuk manusia, tetapi manusialah yang bertanggungjawab untuk mengolah apa-apa yang ada di bumi untuk keperluannya/kehidupannya, bukan malah merusak/membiarkannya. Dan yang terpenting, Allah SWT. menciptakan manusia adalah untuk beribadah kepada-Nya. Itu pun ada ilmunya.

Diterbitkan di: 07 April, 2010   
Mohon dinilai : 1 2 3 4 5
Terjemahkan Kirim Link Cetak
X

.