PESAN KENAIKAN YESUS Ringkasan Kotbah Timotius Arifin Tedjasukmana
Firman Tuhan mengatakan bahwa
iman itu bukan suatu pengertian saja tetapi tindakan, karena iman tanpa tindakan itu kosong. Tahun ini adalah “the Year of New Beginning” jadi jangan melakukan hal-hal yang sama dengan tahun yang lalu untuk mendapatkan hasil yang berbeda.
Di dalam Kisah 1:1-11 Lukas menunjukkan segala sesuatu yang diajarkan dan dilakukan oleh Yesus dimasa hidupnya. Dari perikop ini, ada beberapa hal yang harus dirubah dalam hidup kita:
1. New Urgency
Berbicara mengenai “urgency” berarti kita harus mengerti tentang waktu. Yesus mempunyai waktu untuk berbicara kepada muridNya hanya 40 hari. Ini mungkin berarti 40 tahun bagi beberapa dari kita tapi mungkin juga tidak sampai karena kedatangan Tuhan lebih cepat dari itu. Itu bisa berarti 40 bulan, 40 minggu, 40 hari, atau mungkin 40 jam. Kita harus melihat tanda-tanda zaman untuk mengerti waktu. Baiklah kita bekerja hari ini seperti akan mati besok tetapi tetap menanam pohon seperti akan hidup seribu tahun lagi. Sebenarnya kita sudah menerima hidup yang kekal tetapi kita tidak akan selama-lamanya ada di bumi ini. Ketika saya mengetahui bahwa saya bisa meninggal setiap saat karena jantung saya buntu maka cara hidup saya berbeda. Saya tidak mau bertengkar dengan siapa pun, saya mendatangi teman-teman yang mencari perkara dengan saya tanpa peduli siapa yang salah. Setiap dari kita mempunyai waktu 40 hari dan tidak ada hari ke 41, maka mari kita tiru apa yang dilakukan oleh Tuhan Yesus.
Apa yang diajarkan dan dilakukan Yesus adalah secara karakter (“Christ’ character”) dan secara tindakan (“Christ’ rule”).
Mat 6:33 Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenaranNya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu. Luk 12:31-32 Tetapi carilah Kerajaan-Nya, maka semuanya itu akan ditambahkan juga kepadamu. Janganlah takut, hai kamu kawanan kecil! Karena Bapamu telah berkenan memberikan kamu Kerajaan itu. Waktu-waktu kita sudah ditentukan yaitu 40 hari dan kita mau memakai sebaik-baiknya. Dalam masa 40 hari, Yesus memberitakan hanya 1 topik yaitu Kerajaan Allah. Jadi kita pun juga hanya berfokus pada Kerajaan Allah.
2. New Understanding
Yesus mengajarkan hanya satu topik saja yaitu tentang “Kingdom of God” (Kerajaan Allah). Dulu kotbah saya mempunyai banyak topik tetapi sekarang hanya satu saja yaitu tentang kerajaan Allah. Kalaupun topik mengenai kesembuhan, topik mengenai kemakmuran itu termasuk dalam salah satu program kerajaan, atau topik mengenai umat yang berhikmat yang juga termasuk program pendidikan kerajaan. Kita hidup dibawah langit yang terbuka karena itu kita mempunyai koneksi dengan surga (kingdom connection).
Kisah 1:6 Maka bertanyalah mereka yang berkumpul di situ: "Tuhan, maukah Engkau pada masa ini memulihkan kerajaan bagi Israel?” Saat ini kita juga harus bertanya kepada Tuhan, maukah Engkau memulihkan kerajaan bagi Indonesia.
Semua hamba Tuhan berbicara mengenai 7 jalur/puncak gunung:
1. Family (keluarga) – lewat komsel kita membangun keluarga yang mesianik
2. Church & mission (Agama & Misi)
3. Education (Pendidikan)
4. Celebration (selebrasi) – kesenian, olah raga, kebudayaan
5. Public Communication (Komunikasi Umum) – internet, radio
6. Ekonomi
7. Government (pemerintahan)
Kita diberkati untuk menjadi berkat. Kita harus menemukan tanah perjanjian kita (promise land). Setiap kita diberikan keahlian yang dari Tuhan dan kalau kita menemukan keahlian kita, kita akan masuk ke tempat-tempat dimana tidak dapat ditembus oleh orang lain. Saat-saat ini, kita memerlukan menteri-menteri yang diurapi. Karena itu saya menghimbau untuk kita tidak takut masuk ke 7 jalur ini.
3. New objective (tujuan yang baru)
Banyak orang yang ribut untuk membangun bait Allah yang ke 3 di Israel, tetapi kita tidak perlu ikut-ikut ribut karena kita berada di Indonesia. yang perlu kita kerjakan adalah meminta Tuhan untuk memulihkan kerajaanNya bagi Indonesia. Inilah tujuan kita.
4. New empowerment (kuasa yang baru)
Kuasa diberikan juga bukan hanya kepada hamba-hamba Tuhan yang berkhotbah atau melayani di mimbar saja tetapi diberikan kepada setiap orang yang percaya.
5. New Focus (Fokus yang baru)
Dalam Kisah 1 diatas tertuliskan bahwa seorang Malaikat menegur mereka mengapa melihat ke langit. Ini berbicara mengenai keadaan yang pasif karena hanya menunggu saja. Jaman dahulu orang-orang yang masuk dalam biara hanya melakukan doa sepanjang waktu dan tidak melakukan hal yang lain. Firman Tuhan menunjukkan apa yang dikerjakan oleh murid-muridNya dalam Acts of the Apostle (Kisah para rasul).
Kita perlu fokus yang baru karena kebanyakan orang Kristen hanya berfokus pada diri sendiri. Kalau kita memperhatikan orang lain justru Tuhan yang memperhatikan kita dan ketika fokus kita tidak pada diri sendiri maka berkat itu malah datang karena berkat itu harus mengalir. Di Israel ada Laut Mati yang sebenarnya adalah danau, ujung dari Sungai Yordan, 400 meter dibawah permukaan air laut dan kondisi laut itu tidak ada kehidupan sama sekali didalamnya. Sebaliknya kalau kita masuk ke dalam danau Galilea maka kita akan merasakan air segar, dan ketika kita keluar dari danau itu kita juga merasakan air yang segar tadi. Kita harus menjadi seperti air di danau Galilea ini yang memberikan kehidupan dan kesegaran. Kita harus berpindah dari “surga” ke “bumi”, dari “gereja” ke “kerajaan”, dari “diri sendiri” ke “orang lain”, dan dari “datang” ke “pergi”.
careministry: yesuscintasaya@gmail.com