Jika kita mendengar kata "filsafat", pasti yang muncul pertama kali di pikiran kita adalah ilmu yang berhubungan dengan hakekat
hidup dan realitas kehidupan manusia yang digambarkan dengan ungkapan yang mengawang-awang. Buku "Dunia Sophie" karangan Jostein Gaarder adalah sebuah novel filsafat. Pengertian Sophie sendiri berasal dari kata
philosophia (Yunani), artinya cinta akan kebijaksanaan. Penulis mengajak pembaca memahami filsafat dengan kata-kata yang membumi dan mudah dimengerti tentang makna, tujuan, hakekat hidup, asal-usul alam semesta dan mencari jawaban atas pertanyaan-pertanyaan tersebut. Tokoh utama dalam buku ini adalah "Sophie" seorang gadis berusia 14 tahun yang tinggal dengan ibunya, selepas pulang sekolah menemukan amplop yang didalamnya berisi tulisan "Siapakan kamu?". Pencarian jawaban hakekat hidup dimulai seiring usaha Sophie menjawab pertanyaan dalam amplop tersebut. Sophie melakukan komunikasi secara misterius dengan orang yang memberikan pertanyaan sekaligus membantunya menjawab pertanyaan tersebut. Melalui komunikasi misterius (melalui amplop yang dikirim kerumah, tanpa diketahui siapa pengirimnya), Sophie melakukan perjalanan bertemu dengan tokoh-tokoh filsafat dunia, mulai Democritus, Socrates, Plato, Aristoteles, Descartes, Locke, Hume, sampai Freud. Mulai dari mitos-mitos, takdir, Zaman Barok, zaman pencerahan, sampai pada zaman kita sendiri. Dunia filsafat diramu dengan sangat menarik dan disertai dengan contoh-contoh kasus yang dekat dengan kehidupan kita, sehingga mudah untuk dimengerti dan dimaknai. Misalnya, ketika dijelaskan tentang asal usul filsafat adalah rasa ingintahu manusia. Manusia beranggapan bahwa hidup itu sungguh menakjubkan, sehingga muncul pertanyaan tentang hidup. Hidup manusia di dunia diibaratkan seperti menonton tipuan sulap. Kita tidak tahu bagaimana pesulap dengan tiba-tiba menarik seekor kelinci keluar dari topinya, padahal sebelumnya ditunjukkan kalau topi itu kosong. Semua makhluk hidup dilahirkan di ujung setiap lembar bulu kelinci yang lembut. Ketika mereka bertambah umur, mereka sibuk menyusup semakin dalam ke balik bulu-bulu itu, disanalah mereka tinggal. Meraka merasa nyaman dan menjejali hidup mereka dengan makanan dan minuman lezat sehingga tidak mau mengabil resiko untuk memanjat bulu-bulu halus itu. Hanya para filosofi saja yang mau bersusah payah melakukan ekspedisi menjelajahi dan memanjat bulu-bulu itu.
Pengalaman pertama Sophie ketika bertemu dengan Socrates (semua pertemuan melalui surat yang dikirim melalui amplop yang tidak diketahui pengirimnya), Socrates mempertanyakan tentang kesopanan alamiah. Socrates mengatakan bahwa " Orang yang paling bijaksana adalah yang mengetahui bahwa dia tidak tahu..." Sophie juga diajak untuk memahami seni berdiskusi Socrates, hakikat seni Socrates adalah bahwa Ia tidak ingin menggurui orang. Socrates memberi kesan sebagai seesorang yang ingin selalu belajar dari orang-orang lain yang diajaknya berbicara. Dengan berlagak Bodoh, Socrates memaksa orang-orang yang ditemuinya untuk menggunakan akal sehat mereka. Socrates mengajukan pertanyaan-pertanyaan berdasarkan jawaban dari orang-orang tersebut, sampai orang tersebut tidak bisa menjawab pertanyaan dari jawabannya sendiri. Pengalaman yang berbeda, ketika Sophie bertemu dengan murid Socrates yaitu Plato.Menurut Plato, manusia adalah makhluk ganda. Manusia memiliki tubuh yang berubah dan jiwa yang abadi (dunia kekal). Sedangkan Aristoteles (murid Plato), mendukung "jalan tengah", yaitu kita tidak boleh bersikap pengecut dan tidak pula gegabah, tetapi berani (terlalu sedikit keberanian berarti pengecut, terlalu banyak erani berarti gegabah), tidak kikir dan tidak pula boros tetapi longgar (tidak cukup longgar berarti kikir, terlalu longgar berarti boros). demikain pula dengan makan, akan berbahaya kalau kita terlalu sedikit makan, tetapi juga berbahaya jika terlalu banyak makan.
Perjalanan Sophie selanjutnya bertambah menarik, ketika Ia berbincang-bincang dengan Immanuel Kant, yang mengemukakan "Langit berbintang diatasku dan hukum moral di dalam diriku...", perjumpaan Sophie dengan Hegel, Karl Marx, Darwin dan Freud. Pokoknya asyik sekali mengikuti perjumpaan Sophie dangan para filosof dunia ini. Lebih seru-nya, silakan bergabung dengan membaca novel filsafat ini dan nikmati perjalanan kemasa lalu dengan para filosof hebat, niscaya Anda akan memetik manfaat dari perjumpaan dengan mereka. Selamat berwisata filsafat.!