Masalah. Apakah setiap manusia memiliki masalah? Apakah masalah itu? Apakah masalah itu timbul
dari orang lain atau dari dari diri sendiri? Perlukah mempersoalkan
masalah? Haruskah kita larut dalam masalah? Bagaimana agar kita tidak memiliki masalah? Darimana sumber masalah itu?
Apakah hidup ini memang adalah masalah?. Mati pun juga adalah masalah.
Di mana-mana ada masalah. Mengapa dia harus mengunjungi setiap manusia? Mengapa masalah tidak mengenal orang kaya atau pun orang miskin. Orang beriman atau orang tidak beriman? Siapa sesungguhnya yang membuat masalah di muka bumi ini.
Siapa yang membuat orang-orang bermasalah. Padahal sesungguhnya tuhan tidak pernah menganiaya hamba-hambanya. Jika tuhan tidak menganiaya hambanya, lalu siapa yang menganiaya manusia hingga terjerat dalam masalah?
Jika masalah sosial yang menimpa banyak manusia? Siapakah yang membuat masalah itu.
Oh... Saya mulai memahami. Jika dokter melakukan praktek yang salah, maka masalah yang menimpa hanya satu orang saja, yaitu si pasien. Jadi masalahnya antara dokter dan pasien.
Tapi jika para pembuat kebijakan membuat kebijakan yang salah maka korbannya bukan hanya satu orang tetapi rakyat banyak. Jadi jika rakyat mengalami banyak masalah yang sama selama ini, tentu sumber masalah itu produk dari para pembuat kebijakan.
Mengapa aparat pembuat kebijakan selalu bermsalah dalam membuat kebijakan? Apakah mereka bodoh? Ternyata tidak. Mereka orang-orang pilihan versi mereka.
Oh...mungkin karena para aparat pemerintah juga ikut berdagang. Dan para pebisnis juga ikut memerintah. Ataukah para aparat juga mulai memperdagangkan hukum?. Atau hukum juga sudah mulai laris diperjualbelikan dengan harga tertentu sesuai tingkatan masalah yang menimpa seseorang?.
Semua ini menjadi masalah. Masalah dari luar kita ternyata juga bersumber dalam diri sang pembuat kebijakan. Bersumber dari mereka yang diberi amanah atas negeri ini, namun hanya mementingkan diri sendiri dan kelompoknya.
Dan bangsa kita pun terpuruk dalam pusaran masalah yang tak habis-habisnya. Bangsa kita hanya menghadapi masalah yang berulang. Betapa lucunya hidup dalam bangsa yang selalu jatuh dalam masalah dan lubang yang sama.
Klik
ishak_zainal untuk melihat tulisan lainnya