SDM KATEGORI KNOWLEDGE WORKER
Oleh : Mohamad Wahyudin
Sebagai bahan pemikiran atau dasar kita menentukan
SDM yang dibutuhkan, marilah kita melihat perkembangan pemahaman tentang SDM saat ini, dimana SDM diyakini sebagai Modal Insani , halmana modal insani adalah menekankan bahwa SDM sebenarnya adalah aset bagi sebuah organisasi bisnis, yang justru menentukan keberhasilan atau kegagalan organisasi tersebut merealisasikan visi dan strateginya.
Pada saat kita memasuki abad milineum yang ditandai dengan perekonomian berbasis ilmu pengetahuan, tidaklah dapat disangkal bahwa manusialah yang akan menjadi “pengangkat tingkat laba”. Kunci untuk mempertahankan keberhasilan sebuah perusahaan atau perekonomian yang sehat adalah produktivitas tenaga kerja, yaitu modal insani yang kita miliki.
Sebenarnya wacana tentang akan semakin menentukannya peran modal insani ini bagi kemajuan organisasi telah dibicarakan sejak tahun 1989, halmana telah diprediksi bahwa dalam tahap awal era ekonomi gelombang ketiga akan muncul “Faktor Produksi” baru yaitu pengetahuan (Knowledge).
Bahwa kelompok Knowledge Worker (pekerja Pengetahuan) akan menggeser dominasi peran faktor-faktor produksi konvensional yang bersifat fisik dan berwujud seperti tanah, pabrik, mesin, properti, pekerja pelaksana dan stok barang.
Berdasarkan uraian singkat tersebut diatas, maka kami dapat disimpulkan bahwa Manusia yang di harapkan adalah Manusia/Pekerja Pengetahuan, dengan pengertian “Pekerja yang mahir dalam mencari dan memilih data yang tepat dan mengolahnya menjadi informasi yang akurat dan kemudian mentransformasikannya menjadi pengetahuan yang bermanfaat serta diminati oleh konsumen/pasar “.
Unsur dari Pekerja pengetahuan adalah :
1. Kemampuan mencari data.
2. Kemampuan Mengelola data.
3. Kemampuan menganalisa data sehingga lahir suatu strategi.
4. kemampuan menjalankan strategi tersebut.