KOMPETENSI INDIVIDU DAN KOORPORAT
Arah strategi manajemen SDM adalah merupakan faktor kunci dari perbedaan bagi
perusahaan yang menjadi suksses secara financial. Diluar aktivitas SDM yang tradisionil, strategi human resource yang kuat memerlukan koneksi langsung antara nilai-nilai dari karyawan mereka sendiri dengan alur dasar perusahaan. Salah satu dari strategi-strategi untuk menjawab tantangan ini dalam manajemen SDM adalah tantangan menentukan kompetensi karyawan. Kompetensi pada dasarnya bukan hanya berada pada wilayah individu, akan tetapi telah memasuki wilayah korporat, dengan demikian kompetensi terdiri dua hal, yaitu Kompetensi Individu dan kompetensi Koorporat. Dua kompetensi ini saling berhubungan. Individu yang berkompeten akan menghasilkan koorporat yang berkompeten, pun sebaliknya koorporat yang berkompeten, akan melahirkan individu-individu yang berkompeten.
Kompetensi Individu dalam pengertian yang sederhana adalah gabungan antara pengetahuan, keterampilan dan sikap. Halmana setiap individu yang menduduki suatu jabatan atau posisi tertentu, harus mempunyai kompetensi yang dipersyaratkan, agar sesuai dengan hasil yang diinginkan.
Sedangkan kompetensi korporat adalah kecakapan korporat dalam menyiasati lima wilayah, yang diperlukan oleh setiap korporat dengan maksud untuk meminimalkan resiko, meningkatkan kinerja, mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki, dan merespon perubahan yang berujung pada daya saing korporat. Kelima wilayah tersebut adalah :
1. Manajemen Proses
Kata kunci dari manajemen proses adalah sinergi. Dalam artian masing-masing divisi/bagian dalam perusahaan melakukan sinergi untuk menghindari kelambanan proses dan memberikan nilai tambah dalam melakukan distribusi produk ke konsumen.
2. Manajemen kualitas atau Manajemen Mutu
Berbicara tentang mutu tidak berhenti pada produknya, namun melebar melibatkan semua divisi. Setiap orang di dalam organisasi mempunyai tanggung jawab terhadap kualitas, mulai dari jabatan puncak hingga jabatan terbawah, dimana kesemuanya menghasilkan produk yang memberikan ”nilai” terbaik kepada konsumen.
3. Manajemen Ilmu Pengetahuan
Manajemen Ilmu Pengetahuan adalah bagaimana kita bisa menciptakan organisasi berpengetahuan (knowledge Organization). Pada dasarnya, pengetahuan dapat dibedakan menjadi dua hal, yaitu :
Explicit Knowledge dan Tacit Knowledge.
4. Manajemen Perubahan
Dalam buku terbarunya Rhenald kasali yang berjudul Change, ditulis “Tidak Peduli berapa jauh jalan salah yang anda jalani, putar arah sekarang juga”. .
5. Manajemen Human Capital
Bahwa manajemen Human Capital, adalah bagaimana kita semua melakukan proses pengelolaan Sumber Daya Manusia dengan baik, Pengelolaan SDM selalu di dalamnya mengadung Hak dan kewajiban serta terdapat prinsip Reward and Punishment.
Mohamad Wahyudin, Manajer SDM PT Dharma Lautan Utama