Buku ini terdiri dari bab demi bab yang masing-masing berisikan
10 kisah dongeng klasik dunia yang menyiratkan pesan yang mendalam mengenai cinta sejati antara pria dan wanita. Beberapa dongeng mungkin sudah sering kita dengar, baca dan tonton dalam bentuk film kartun anak-anak dan mungkin kita berpikir bahwa semua itu hanya sebuah hiburan bagi anak-anak yang belum pantas tahu realita kehidupan.
Wendy Paris mencoba menunjukkan pada pembaca-pembaca wanitanya tentang bagaimana memusatkan perhatian pada kelebihan-kelebihan mereka secara alami bukan dengan cara manipulatif untuk memenangkan hati seorang pria. Buku ini meyakinkan pembacanya bahwa bukan hanya kecantikan fisik dan keberuntungan yang membuat tokoh-tokoh utama wanita dalam dongeng dapat meraih cinta sejati tetapi juga kecanti8kan batiniah dan keteguhan hati mereka akan seseorang yang "benar" yang akan datang.
Kita ambil salah satu kisah yang paling sering kita dengar yaitu Cinderella. Kisah yang diterbitkan tahun 1697 oleh seorang intelektual Perancis bernama Charles Perrault ini telah lebih dari 3 abad melegenda di seluruh dunia menjadi kisah cinta yang tak pernah lekang oleh waktu. Pesan apa yang terkandung dalam kisah nanromantis ini? Sikap Cinderella yang kuat, berani namun anggun dapat dilihat dari beberapa fragmen ceritanya berikut ini:
- Walaupun pekerjaannya begitu tidak menyenangkan, tetapi ia dapat melakukannya dengan rajin. Cinderella menunjukkan dirinya bukan sekualitas dengan wanita yang suka menggerutu dan menangis sambil mengasihani diri sendiri sepanjang malam di dapur atau di sudut kamarnya yang remang-remang.
- Ketika Ibu Peri muncul, Cinderella berani mengambil kesempatan untuk berubah. Ia tidak memandang curiga pada sesuatu yang "terlalu sempurna". Dia sadar bahwa ia berhak untuk nasib dan penampilan yang lebih baik.
- Ketika sampai di tempat pesta, Cinderella tidak hanya bersembunyi atau mengintip dari jauh jalannya pesta yang meriah itu. Ia menegakkan bahunya, mengangkat dagunya dan dengan senyum yang mantap menapaki tangga-tangga istana dan berjalan memasuki ruang pesta.
- Dia tidak membuang waktu untuk memandangi saudara-saudara tirinya yang ketika itu akhirnya memakai gaun yang tidak sebaik gaunnya dengan perasaan puas. Baginya apa yang ada dibelakangnya bukanlah masalah namun apa yang harus ia hadapi di masa depan itu jauh lebih penting!
- Ketika pangeran mengajaknya berdansa, Cinderella tidak terkejut dan berlari ke toilet untuk membetulkan dandanannya terlebih dahulu. Ia merasa yakin bahwa bagaimanapun kondisinya saat itu, itulah yang terbaik yang ia miliki.
- Saat tengah malam, ia tidak berpegangan erat pada sang pangeran sambil merengek, "Selamatkan aku dari hidupku yang menyedihkan..." Ia memiliki keyakinan bahwa kalau sang pangeran memang menyukainya, dia akan datang mencarinya.
Inti nasihat yang ingin disampaikan pada kisah Cinderella ini adalah agar kiranya para wanita tidak membiarkan nasib buruk pada masa lalu mereka menghalangi mereka untuk meraih masa depan yang lebih cerah. Dan terkadang untuk meyakini bahwa akan adanya suatu kehidupan yang lebih baik dimulai dari sebuah KEBERANIAN.
Selain Cinderella masih ada sembilan dongeng lagi yang memiliki makna yang berbeda-beda pula yaitu Putri Bangsawan dan Kacang Polong, Putri Duyung, Para Peri, Thumbellina, Grace dan Derek, Beauty and The Beast, Si Janggut Biru, Nelayan dan Istrinya, dan Sleeping Beauty. Kenyataannya catatan-catatan tua yang melegenda ini dapat memberi kita, manusia yang hidup di zaman modern, banyak pelajaran berharga.