• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Penggunaan peta dalam novel fantasi

.

Penggunaan peta dalam novel fantasi

oleh : ShadowMaker    

Pengarang : Wil
Beberapa novel-novel fantasi yang beredar di pasaran saat ini, baik itu buatan luar negeri atau bukan, menyertakan sebuah
peta dalam bukunya. Biasanya peta ini ditempatkan di halaman depan, sebelum bab pertama agar para pembaca bisa mendapatkan gambaran yang lebih utuh tentang setting dunia fantasi yang digunakan. Walau terkadang ada juga penulis yang meletakkan peta dibagian belakang novelnya. Pertanyaannya adalah, seberapa pentingkah penggunaan peta dalam novel fantasi ini? Apakah setiap cerita fantasi harus menyertakan peta dunianya didalamnya?
Memang tidak ada aturan baku yang menyebutkan bahwa setiap novel fantasi harus menyertakan sebuah peta didalamnya. Terkadang deskripsi didalam novel itu sendiri sudah sangat jelas sehingga para pembaca sudah bisa mendapat gambaran kondisi dunia fantasi itu lewat paragraf deskripsinya saja. Contohnya adalah novel Lord of the Rings. Penggunaan paragraf deskripsi dalam novel itu tidak main-main sehingga kebanyakan pembaca seolah mampu mencium sendiri aroma rumput dan lebatnya hutan disana. Walau memang sang pengarang sendiri memberikan beberapa peta dalam novel itu.
Tapi sebenarnya tidak semua novel fantasi membutuhkan sebuah peta imajiner untuk para pembacanya. Terkadang ada beberapa novel yang mengambil tempat hanya di satu lokasi saja, sehingga tidak perlu diberikan gambaran peta yang berbelit-belit. Dalam hal ini, contohnya adalah novel Harry Potter. Novel itu mengambil tempat di dalam sebuah kastil yang sangat besar, dan sang tokoh utama hampir tidak pernah beranjak keluar dari kastil itu dalam satu buku, sehingga suasana dalam novel sudah bisa dirasakan tanpa perlu penambahan sebuah peta.
Kalau begitu, pada cerita fantasi yang seperti apa penggunaan peta diperlukan didalamnya? Sebuah peta sebaiknya digunakan dalam cerita fantasi yang mengambil setting di dunia fantasi, dalam artian tidak ada hubungannya sama sekali dengan dunia nyata tempat kita berada. Terlebih lagi jika petualangan sang tokoh utama menjadi focus utama dalam novel tersebut. Hal ini karena imajinasi setiap orang berbeda-beda dan penggunaan peta dalam novel semacam ini bisa membantu menyeragamkan imajinasi tentang setting dunia dalam kepala setiap pembaca.
Sebaliknya, penggunaan sebuah peta akan terasa tidak terlalu berguna dalam novel yang setting tempatnya masih berhubungan dengan dunia nyata, atau ketika sang tokoh utama tidak pernah berkelana terlalu jauh dari setting tempat yang digunakan. Novel Harry Potter yang tadi saya contohkan misalnya. Atau mungkin sebuah novel yang benar-benar mengambil setting tempat di dunia nyata, sehingga penulis dan pembaca tidak terlalu kesulitan dalam membayangkan lokasi-lokasinya. Novel Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken, misalnya. Novel ini mengambil tempat di sebuah Negara di Eropa, sehingga sang penulis tidak perlu lagi menempatkan peta didalamnya.
Diterbitkan di: September 01, 2008
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Komentar

Showing 1 out of 1   Tambahkan komentar Anda
  1. 0 Tinjauan 08 September 2008
    1

    peta buta !!! alamakkk

    Pecinta novel fantasi ya ?sebenarnya, jarang juga nemuin novel fantasi yang masih menggunakan "maping model" seperti layaknya walktrough video game. sebenarnya sih, ga ada kegunaannya, tapi dengan adanya peta dalam novel fantasi, itu bisa menunjukkan kepiawaian imajinasi sang novelis yang trtuang dalam novel. padahal kita menghafal peta buat pulau Jawa beserta kota2nya mungkin sampe mimisan baru bisa...wkwkwkwk.. >0<

Bookmark & share this post

.