• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Berbagi Dengan Sang Ibu

.

Berbagi Dengan Sang Ibu

oleh : tap181     

Pengarang : TAP181

Berbagi dengan Sang Ibu
Hari ini tak seperti biasanya, Jono begitu bersemangat berangkat kerja.
Mulai dari bangun pagi yang biasanya setelah shalat subuh langsung tidur lagi, kali ini langsung pergi mandi, yang biasanya tiba di tempat kerja seumpama “sudden death” 1~2 menit sebelum bel kerja dimulai, kini 30 menit sebelumnya sudah ada di tempat dia bekerja. Seperti biasanya, setiap akhir bulan, motivasi Jono sebagai karyawan di sebuah perusahaan elektronik di sebuah kota di Jakarta begitu memuncak, seperti petani yang tiba pada saat menuai hasil panennya, seperti seorang anak kos yang mendapat jatah uang kos, Jono hari ini gajian.
Targetnya hari ini ada dua, yaitu mengambil slip gaji lalu mengambil uang di ATM yang kebetulan berada didalam perusahaan tempat dia bekerja. Slip gaji ibarat raport yang berisi angka-angka gemilang yang diharapkan setiap siswa setelah bersusah payah menempuh ujian, sedangkan uang yang diambil dari ATM ibarat bukti nyata bahwa sang siswa telah berada dalam kelas berikutnya atau semester berikutnya, sebagai bekal untuk menjalani jenjang berikutnya.
Slip gaji bisa diambil mulai pukul 8 pagi, kala itu masih jam 7.30 pagi. Jono menengok kearah ATM yang berada di sudut perusahaan. Semangatnya mendadak semakin memuncak, terlihat tangan kanannya mengepal bak pejuang yang sedang memekikkan kemerdekaan karena telah keluar dari sengsaranya peperangan.
“Yes…..!!! Gak ada yang antri di ATM”
Lalu, dengan setengah berlari, Jono pergi menuju ATM, beban tubuhnya serasa makin ringan ketika semakin mendekati ATM yang berdiri kukuh seperti mandor yang akan membagikan jatah gaji bulan ini buat para kuli-kulinya. Posisi sang mandor membelakangi posisi sang kuli yang sedang mendekati sang mandor, lalu kemudian sang kuli menghadap kearah muka sang mandor, terlihat wajah sang mandor bersih tanpa ekspresi. Tak seperti biasanya, wajah sang mandor berseri-seri seraya mengucapkan “Selamat Datang di Bank Mandor”, namun kali ini terlihat sang mandor diam seribu kata. Lalu mulai Jono menyapanya dengan satu tekanan telunjuk kanannya yang kemudian disambut bunyi “TUT” lalu sang mandor pun berkata…
“Maaf, Sementara ini Tidak Dapat Melakukan Transaksi”
Kata lain dari…
“Maaf, hari ini gak ada duit !”
Langsung ibarat kucing yang berlari-lari kecil memenuhi panggilan majikannya, karena mengira akan diberi seekor ikan asin, namun sang kucing mendadak lesu menundukkan kepalanya lalu mengeong-ngeong dengan malas karena ternyata sepotong gorengan tempelah yang diberikan sang majikan.
Dengan menyeret kakinya, Jono berjalan meninggalkan ATM. Energinya serasa habis, karena isi kantongnya pun telah nyaris tak mampu menyambung nyawa sehari lagi karena hanya cukup untuk makan sekali saja. Dia langsung menuju kantornya. Setelah meletakkan tasnya di meja kerja, Jono lalu menghela napas panjangnya..
“Target kedua….Slip Gaji…!”
Lalu Jono pergi menuju tempat pengambilan slip gaji, pas waktu itu jam 8.00 pagi. Setelah menyerahkan nomor pegawainya dan membubuhkan 1 tanda tangan, lalu didapatkannyalah slip gaji itu. Lalu dengan terburu-buru, Jono membuka slip gajinya. Dia sobek sisi bawah & kanan lembaran kertas itu, lalu dia mengintip isi slip gaji. Dia memang tidak ingin membuka penuh slip gaji itu, ada daya tarik tersediri jika slip itu dilihat dengan cara diintip terlebih dahulu. Terlihat sederet angka berdigit tujuh disitu, namun ekspresi Jono tetap datar, tidak sesumringah saat dia pergi menuju ATM atau membuka slip. Angka-angka yang ada di slip itu masih sama dengan angka-angka bulan-bulan yang lalu. Malang sekali nasib Jono, sudah hampir dua tahun ini, dia merasa bosan dengan angka yang itu-itu saja. Berbeda dengan 3 sampai 5 tahun yang lalu yang merupakan tahun-tahun berisi bulan-bulan penuh kejutan karena begitu banyaknya poin kerja ekstranya di perusahaan.
“Alhamdulillah……..”
Terdengar suara puji syukur dari mulut Jono, terdengar ikhlas namun tidak seikhlas 3 sampai 5 tahun yang lalu, karena kecuali mengucap syukur, Jono juga terlihat tersenyum lebar. Kali ini hanya berucap syukur tanpa tersenyum lebar.
Sepulang kerja, dia tidak langsung pulang tapi dia pergi menuju salah satu ATM di sekitar tempat dia bekerja. Setibanya dia di sebuah ATM yang sudah berpuluhan orang mengantri disana, Jono mengantri sambil berpikir….
“Aku bosan…….tiap kali dengan berbekal angka-angka yang kudapat bulan ini, selalu saja habis tanpa sisa. Tabunganku tak kunjung tambah meski kadang kupaksakan kusisihkan beberapa rupiah gajiku kedalamnya, toh pasti akhir bulan aku ambil lagi untuk kebutuhan mendadak yang selalu saja ada. Kebutuhanku memang tercukupi dengan angka-angka ini, bahkan sebenarnya lebih dari cukup, seharusnya aku senang….aku bahagia……namun kali ini serasa biasa-biasa saja. Aku ingin kebahagiaan, namun aku bosan dengan kebahagiaan yang terfokus hanya untuk diriku sendiri. Bahagianya kalau aku bisa membahagiakan orang lain, mulai dari orang terdekat terlebih dahulu yaitu keluarga, Ibu, Ayah dan adik-adikku……”
Tak terasa, Jono sudah berada didepan pintu ATM…
“Ibu……Ibu sedang apa sekarang ya….??Ingin sekali setiap waktu bisa membahagiakan Ibu, namun apa daya penghasilanku hanya cukup untuk aku sendiri…..namun sampai kapan penghasilanku seperti ini terus…???Ya kalau suatu waktu, penghasilanku bertambah berlipat-lipat, bagaimana kalau tetap dan tidak bertambah….??? Ya, jika meski panghasilanku telah berlipat-lipat, apakah aku tetap bisa berbagi dengan Ibuku…???Aku ingin membahagiakan Ibu….aku ingin berbagi dengan Ibuku tercinta….aku ingin menunjukkan pada Ibuku bahwa anaknya disini sedang berbahagia karena telah mendapatkan gaji hasil jerih payahnya, meski sebenarnya biasa-biasa saja. Aku akan berbagi dengan Ibuku, aku akan ambil uang secukupnya dan transfer uang buat Ibuku, mungkin jumlahnya tak seberapa, namun aku ingin sekali berbagi dengan Ibuku”
Lalu tiba-tiba terdengar suara seseorang keluar dari ruang ATM…sambil mengipas-ngipaskan beberapa lembar uang pecahan 50 ribuan
“Silakan mas…….”
Dan kemudian Jono pun masuk melaksanakan hajatnya didalam ATM itu.
..... (/TAP)
Diterbitkan di: Mei 24, 2008
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.