• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Apakah kehadiran makhluk ghaib bisa dideteksi?

.

Apakah kehadiran makhluk ghaib bisa dideteksi?

oleh : tedifa     

Pengarang : Ustadz Hasan Bisri, Lc

Makhluk ghaib telah terlalu lama dan terlalu sering disikapi secara berlebihan oleh sebagian masyarakat Indonesia.
Ada leluhur-leluhur yang minta disajeni, ada barang sakti yang harus dirawat bak anak sendiri, ada kyai-kyai yang mampu mengunci para hantu di dalam botol, hingga isu kolor ijo yang mampu menebar teror penduduk berkampung-kampung.
Ustadz Hasan Bisri, Lc, sarjana ilmu syariah dari LIPIA yang juga merupakan tim ruqyah dari Majalah Ghaib mencoba meluruskan beberapa penyimpangan berkaitan dengan persoalan alam ghaib ini agar keimanan kita kepada yang ghaib tidak terkotori dengan noda-noda syirik.
Apa itu makhluk ghaib?
Secara bahasa, makhluk ghaib adalah segala makhluk yang tidak bisa kita lihat dengan panca indera kita, dengan mata kita. Secara syariat, yang dimaksud ghaib itu adalah sesuatu yang ada di dalam Al Quran, maupun Hadits, tetapi kita sebagai manusia tidak dapat melihatnya. Di antara yang ghaib adalah surga, neraka, azab kubur, hari kiamat termasuk pula jin. Dan untuk soal ini, kita harus percaya, kita harus mengimani, walaupun kita tidak pernah melihat keberadaan makhluk itu.
Adapun kuntilanak, genderuwo, atau pocong, itu semua adalah penampakan-penampakan dari setan, kalau memang benar itu ada. Dan itu pun bukan berarti Allah menciptakan kuntilanak, tuyul, dan sebagainya. Semua itu hanyalah jelmaan, penampakan yang dilakukan setan kepada manusia.
Apakah kehadiran makhluk ghaib bisa dideteksi?
Jin, setan, tidak bisa kita rasakan kehadirannya, karena memang tidak dijelaskan oleh Allah, apakah mereka mempunyai bau yang khas ataupun tanda-tanda seperti adanya hawa dingin atau hawa panas, misalnya.
Kehadiran mereka hanya bisa dilihat melalui perubahan dalam sikap atau perilaku seseorang yang diganggu, yang tidak sewajarnya sebagai manusia atau punya sifat-sifat buruk yang identik dengan sifat-sifat setan, seperti suka marah, atau terlihat melakukan gerakan-gerakan diluar batas manusia.
Bila ini terlihat, kita katakan bahwa dia teridentifikasi terkena gangguan setan. Tapi bukan berarti kita menjustifikasi atau memvonisnya terkena jin.
Bagaimana dengan orang yang mengaku melihat penampakan-penampakan?
Sebagai seorang mukmin, ketika berbicara soal keghaiban, terutama yang berkaitan dengan kehidupan jin ini, kita tidak bisa memberi pernyataan kecuali kalau memang hal itu dijelaskan dalam Al Quran dan Hadist. Dalam surat Al-A?Raf ayat 27 dijelaskan bahwa kita tidak bisa melihat jin, sementara mereka bisa melihat kita. Itulah kondisi normalnya.
Namun, jin diberi keistimewaan oleh Allah untuk bisa menampakkan diri menyerupai apapun, kecuali menyerupai diri Rasulullah. Sekali lagi, ini bukan berarti seseorang itu mampu melihat eksistensi jin, tetapi jin itulah yang akan menampakkan diri. Dan itu beberapa kali terjadi pada jaman Rasulullah. Tetapi kalau mereka tengah berada dalam wujud aslinya, kita sebagai manusia tidak bisa melihat mereka.
Dalam hadist Riwayat Imam Muslim dijelaskan, sewaktu Rasulullah shalat, ifrit?dari golongan jin juga?menampakkan diri, menganggu shalat Rasulullah, kemudian ditangkap oleh Rasulullah. Begitu juga, Abu Hurairah ketika sedang menjaga harta zakat fitrah melihat sosok jin yang tengah menampakkan diri dan mencuri harta zakat itu.
Diterbitkan di: Mei 23, 2008
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.