• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

Halaman Utama Shvoong>Seni & Humaniora>Lebih Sukses dengan Personal Branding

.

Lebih Sukses dengan Personal Branding

oleh : chichibernardus     

Pengarang : P. Bernardus

Lebih Cepat Sukses Berkat “Personal Branding”
Ingin lebih cepat menapak tangga kesuksesan dalam berkarier? Jika
ya, sudah tiba saatnya bagimu untuk memiliki “personal branding” atau mencari cirri khas dan keunggulan diri yang dapat dijadikan “senjata” ampuh meraih keberhasilan.
Coba perhatikan berbagai makanan dan minuman di sekelilingmu? Mungkin pernah terlintas dalam pikiranmu, mengapa minuman soda merek X, lebih sukses daripada merek Y? Padahal rasanya kurang lebih sama?
Strategi pemasaran, adalah jawabannya. Strategi yang cepat sudah pasti dapat membuat satu produk memiliki daya tarik yang lebih besar dibandingkan produk sejenis. Daya tarik inilah yang membuat konsumen mau membeli produk tersebut, walaupun rasa, bentuk, atau modelnya sama dengan yang lain, bahkan sekalipun harganya lebih mahal.
Dalam banyak hal, pemasaran sangat ditentukan oleh seberapa menariknya merek dagang produk tersebut. Merek dagang atau branding, ternyata kini bukan hanya diterapkan dalam hal penjualan produk saja. “Teknik” yang serupa juga bisa diaplikasikan dalam dunia kerja. Branding memegang peranan penting dalam kemajuan karier karena seseorang yang memiliki personal branding mampu memperlihatkan keistimewaan dan keunggulannya dalam bidang tertentu. Singkatnya personal branding adalah cerminan dari kemampuanmu, keunggulanmu, serta reputasimu.
Kebanyakan para pemula yang baru mencari kerja, cenderung kurang aktif di dalam membentuk personal branding. Padahal pada periode awal seperti inilah seseorang justru penting membuat satu imej tersendiri mengenai dirinya sehingga dapat menarik pihak pemberi kerja. Jangan lupa lho, kalau kamu tidak memulainya dari sekarang, orang lain bukan tidak mungkin akan melakukannya. Pihak pemberi kerja mungkin saja lebih tertarik padanya – karena terlihat lebih atraktif – padahal kemampuannya mungkin berada di bawahmu.
Tom Peters, penulis buku The Brand You50 (Reinventing Work): Fifty Ways to Transform Yourself from an "Employee" into a Brand That Shouts Distinction, Commitment, and Passion! Mengatakan semua orang perlu memiliki personal branding, tak peduli apapun jenis pekerjaannya, jabatannya dan usianya. “Kita adalah CEO dari perusahaan kita sendiri,” katanya menambahkan.
Nah, ikuti kelima taktik berikut ini jika ingin mulai memiliki personal branding dari sekarang:
1. Raih Pengalaman dan Catat Pencapaian
Membangun personal brand bisa diawali dengan mencatat atau mengingat kembali prestasi dan pencapaian yang pernah dicapai sebelumnya. Selain itu jangan lupa untuk terus mengambil berbagai peluang dan tantangan, terutama tantangan baru. Semua pencapaian ini kelak akan menjadi basis bagi perjalanan kariermu.
Setelah dapat mereka-reka seperti apa “warna” dirimu, maka sebelum mencari pekerjaan baru, kamu sebaiknya membuat rencana yang terfokus pada “brand” atau “warna” yang telah dipilih tadi. Lalu kembangkan strategi untuk menambah pengalaman di bidang-bidang yang tidak terlalu kamu kuasai. Caranya mudah kok, kamu bisa memilih bekerja sebagai pekerja paruh waktu, magang, atau menjadi relawan. Jika kamu magang sebagai mahasiswa, mintalah perusahana untuk memberikan berbagai tugas, agar pengalamanmu menjadi lebih banyak.
.
2. Selesaikan Pendidikan/ Pelatihan
Berbagai jenis karier memerlukan tingkat pendidikan minimum. Namun untuk meraih karier yang lebih cemerlang, seseorang sebaiknya memang memiliki pendidikan atau pelatihan tambahan. Memang untuk melakukannya, kamu mungkin perlu menguras kocek lebih banyak. Namun hasil yang kelak diperoleh pun pastilah lebih menjanjikan.
Jika memang tidak ada dana yang tersedia, kamu bisa mencari mentor yang dapat memberikan bimbingan on the job training. Bila memungkinkan, mintalah perusahaan tempatmu bekerja untuk memberikan training tambahan. Tentu saja, kamu mesti menunjukkan dedikasi yang tinggi, sebelum mengajukan tuntutan serupa itu.
3. Promosikan dirimu!
Punya personal branding yang jempol saja ternyata tidak cukup. Kamu harus membuat orang lain tahu bahwa kamulah si pemiliknya. Buang jauh-jauh rasa malu dan keengganan memperlihatkan kemampuan sendiri dari orang lain. Tentu saja dengan cara yang positif. Pelajari cara mempromosikan diri yang sopan dan tidak terkesan membual apalagi menyombongkan diri.
Salah satu media untuk mempromosikan diri adalah melalui resume. Mulailah dengan mencatat berbagai prestasi yang telah dicapai selagi kuliah, saat magang, atau pada pekerjaan-pekerjaan sebelumnya. Cantumkan pula kemampuan khususmu juga latar belakang pendidikan.
Jangan berhenti sampai di situ saja. Cobalah membuat 2 jenis portfolio, yang bisa diprint dan secara on-line. Jika kamu belum punya personal website, sekarang lah saat yang tepat untuk membuatnya, agar seluruh dunia bisa membaca tentang dirimu. Dalam portfolio tersebut, kamu bisa mencantumkan prestasi, resume, penghargaan, juga hasil-hasil karyamu.
Terakhir, jangan segan-segan mempromosikan dirimu di tempat kerja. Banyak karyawan mengira, bosnya sudah tahu betul kemampuan dan prestasinya. Padahal banyak bos sebenarnya tidak begitu tahu, karena bukan tidak mungkin recruitment dilakukan oleh pihak HRD.
4. Jadilah Ahli
Tidak ada jalan yang lebih ampuh dalam mempromosikan personal brandingmu , selain dengan cara menunjukkan dirimu adalah seorang ahli di bidangmu. Caranya bisa bermacam-macam, misalnya dengan menulis artikel yang menunjukkan pengetahuanmu yang luas dalam bidang tertentu. Bila memungkinkah masukkan ke media tertentu agar bisa dipublikasikan. Kamu bisa juga mempublikasikannya sendiri atau menggunakan jaringan internet dan website. Buatlah website professional di mana kamu bisa mempublikasikan semua tulisanmu.
Jika sudah cukup dikenal orang, mulailah mencari kesempatan tampil sebagai pembicara di berbagai konferensi atau pertemuan. Ikuti berbagai kompetisi menulis dengan topic yang menjadi keahlianmu. Atau kamu bisa menjalin hubungan dengan jurnalis yang pada kesempatan tertentu bisa mengutip pernyataan darimu.
5. Bangun Jaringan Hubungan
Menjalin hubungan baik dengan teman, kolega, kostumer, klien ataupun mantan bos merupakan jaringan hubungan yang dapat membantumu meningkatkan karier dengan cepat. Manfaatkan kesempatan minum kopi, makan siang atau makan malam bersama untuk memberitahukan prestasi yang telah kamu capai. Jangan lupa pula untuk menjalin hubungan baru. Simpan semua kartu nama yang diterima pada berbagai pertemuan, begitu pula dengan alamat e-mail. Luangkan waktu untuk menulis e-mail atau SMS kepada ‘teman-teman’ baru.
Diterbitkan di: Mei 17, 2008
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.