5 ‘Aturan Main’ Menjalin Asmara di Kantor
Dulu, yang namanya asmara di kantor masih terbilang tabu. Tapi kini dengan semakin tingginya persaingan mendapatkan pasangan hidup, dan meningkatnya jumlah para jomblo sekitar 20% lebih tinggi dibandingkan 10 tahun lalu, banyak orang muda justru merasa convenient menemukan pasangan di tempat kerja.
1. HARUS TAHU ATURANNYA
Banyak jalinan asmara yang terjadi di kantor sekarang ini berjalan dengan sangat hot dan serius, bahkan sedang menuju ke arah perkawinan. Tak hanya di Indonesia, di berbagai Negara lain di dunia pun terjadi fenomena yang sama. Berdasarkan hasil survey, sekitar 20 juta ikatan cinta antar kantor di Amerika berlangsung dengan sangat serius. Pihak manajemen pun sepertinya telah bersikap lebih lunak dalam menanggapi masalah yang dulu kerap dianggap tabu ini. Maklum 44% pegawai di Amerika masih berstatus single dan kerap bekerja lembur hingga larut malam.
Meskipun hubungan cinta di kantor sudah ditanggapi dengan lebih lunak di beberapa perusahaan, Anda yang ingin menjalin hubungan cinta dengan sesama lajang di kantor sebaiknya benar-benar mencek dulu, apakah kantor Anda memang memperbolehkan sesama karyawan menjadi sepasang kekasih. Jika Anda amati memang tidak ada yang pernah berkencan atau sedang berkencan dengan sesama rekan kerja, bisa diasumsikan Anda berada di lingkungan yang ketat.
2. PERTIMBANGKAN KONSEKUENSI YANG TAK DIINGINKAN
Banyak perusahaan tidak menganjurkan hubungan asmara dengan sesama teman kantor, karena bila hubungan asmara itu memburuk, bahkan akhirnya sampai bubar, umumnya akan menciptakan suasana kerja yang sangat tidak nyaman bagi diri Anda dan karyawan lain.
Bagaimana pun Anda akan setiap hari masih harus bertemu dengan orang itu. Ketegangan yang terjadi setelah Anda putus dengan pasangan, dapat memengaruhi pekerjaan Anda, rekan-rekan sekerja Anda, juga para klien. Dalam berbagai kasus, putus cinta bisa berkembang menjadi kekisruhan yang cukup parah. Mencampur adukkan cinta dengan pekerjaan dapat membuat Anda berdua menjadi target empuk dari para biang gossip di kantor. Kondisi seperti ini dapat turut mempertaruhkan imej professional Anda di kantor.
3. PEGANG TEGUH SEMUA HAL YANG DITABUKAN
Sebesar apa pun godaannya, sebaiknya jangan mengencani bawahan, begitu pula dengan bos Anda. Berkencan dengan salah satu dari keduanya akan menempatkan Anda di posisi yang sangat berbahaya. Salah satu di antaranya Anda bisa saja menjadi target pelecehan seks atasan.
Di Negara-negara barat, beberapa perusahaan memperbolehkan seseorang menjalin cinta dengan bawahannya, namun meminta kedua pihak menandatangani kontrak yang menyatakan hubungan mereka berlangsung dengan tertib.
Berkencan dengan bos, sementara itu akan membuat Anda terlihat seperti sedang melakukan taktik murahan untuk mencapai ke puncak tanpa bersusah payah. Ingat juga, jika hubungan dengan bos putus, Anda mungkin akan kehilangan pekerjaan.
4. JANGAN DIUMBAR
Jika pasangan Anda ternyata tempat duduknya tak jauh dari Anda, lebih baik lakukan sejumlah langkah pencegahan, agar Anda tak menjadi pergunjingan teman sekantor. Misalnya, hindari mengirimkan surat cinta melalui e-mail kantor, yang notabene adalah milik perusahaan.
Hindari tampil secara berlebihan di depan umum. Satu hal yang tak kalah penting adalah tetap focus dengan pekerjaan. Teman sekerja cenderung mengkritik hasil dan kualitas pekerjaan Anda begitu Anda berkencan dengan teman sekantor.
5. DISKUSIKAN ISU-ISU YANG MUNGKIN MUNCUL
Mari kita hadapi kenyataan, di dunia perkencanan, akan ada lebih banyak ‘kodok’ daripada ‘pangeran’. Jadi peluang untuk mendapatkan kekasih di kantor pun sebenarnya cukup tipis. Jika hubungan menjadi lebih serius, Anda harus membicarakannya dengan pasangan, bagaimana cara menjalankannya sebaai dua orang pekerja professional. Apakah salah satu di antara Anda akan mencari posisi di departemen atau perusahaan lain?
Bila Anda berdua bekerja dengan sangat dekat, sebaiknya ajak bicara supervisor Anda mengenai hal ini. Mereka mungkin akan menempatkan Anda ke posisi lain, bila memang memungkinkan.
Bila Anda adalah bos dari sepasang kekasih, Anda sebaiknya memanggil mereka satu per satu untuk membicarakan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi.
Abstrak lain tentang Office Love