Ada sedikit perdebatan tentang siapa yang menemukan motor berbahan bakar air, apakah Voll Yohanis Bosco ( Pak Boy ) yang asal Palu atau Paul Pantone bule Perancis yang tinggal di Amerika? Bagi penulis, "siapa" saat ini tidak penting, yang utama apakah sudah ada pihak yang mengembangkan penemuan tersebut hingga dapat dirasakan langsung oleh masyarakat?
Sampai hari ini penulis belum merasakan getaran penemuan hebat itu di lingkungan keseharian kita. Padahal jelas Presiden RI sudah mengetahuinya dan otomatis seluruh civitas akademika pasti sudah merilisnya. Saat ini penulis berusaha membangkitkan kembali semangat eksplorasi kita yang sejalan dengan kondisi perekonomian bangsa yang kian berat. Ada beberapa poin yang akan disampaikan dalam tulisan ini, semua hanya berupa himbauan mengenai
motor berbahan bakar air.
- Pemerintah harus segera membeli patent teknologi ini, agar lembaga-lembaga dibawah pemerintah dapat segera me-sosialisasikan teknik terapannya
- Untuk pengembangan dan penyempurnaan lebih lanjut agar diserahkan kepada masyarakat, karena lembaga atau institusi biasanya butuh waktu dan prosedur yang lama
- Pemerintah mengajak pihak swasta untuk ikut berpartisipasi dalam produksi dan distribusi
Hal-hal di atas merupakan solusi sederhana yang semestinya dapat wujudkan oleh Negara, bukan sebaliknya seperti kasus Paul Pantone yang diperlakukan tidak adil oleh negara bagian Utah-Amerika Serikat ( lihat http://www.geetfriends.net) dan penemuan Pak Boy dari Palu yang sampai hari ini hanya menjadi legenda buah bibir belaka.
Bagi para mahasiswa, praktisi dan pemerhati masalah energi, marilah kita bangkit bersama membantu mengatasi masalah bangsa, walaupun "hanya" melalui pengembangan motor berbahan bakar air yang seluruh bangsa kita sudah paham bahwa sebagian besar wilayah kita terdiri dari air.
Abstrak lain tentang Lagi, Motor Berbahan Bakar Air