Disusupi Provokator, Kapolres Hargai Aksi Mahasiswa
Aksi Damai Mahasiswa di depan kantor DPRK Aceh Utara sempat Disusupi
oleh seorang provokator ytang entah dari mana datangnya. Setelah sempat
memperkeruh netralisasi demontrans pada saat melakukan orasi, sang
pembakar amarah ini kembali unjuk gigi pada saat aksi trakhir mahasiswa
di gedung Anggota Dewan Terhormat tersebut. Adapun aksi terakhir yang
dilakukan oleh Aliansi BEM Aceh utara dan Lhokseumawe yaitu berupa
penurunan bendera merah putih setengah tiang.
Sang Pahlawan
kesiangan datang dengan memeluk tiang bendera dengan maksud tidak
mengizinkan bendera merah putih diturunkan. Tak ayal amarah mahasiswa
secara spontan membludak. Provokator tersebut langsung ditarik dan
ditolaki.
Dalam hal ini Kapolres Lhokseumawe, AKBP Zulkifli
langsung bertindak mengamankan provokator tersebut. Setelah ditanyai
dan di periksa oleh Intel Kapolres Lhokseumawe sang provokator yang
mengaku seorang mahasiswa ini mengatakan bahwa dia tidak setuju dengan
penurunan bendera yang akan segera dilakukan.
“Polisi bertanggungjawab mengamankan aksi unjuk rasa mahasiswa, jangan dicampuri, saya komandan disini”
tegas AKBP Zulkifli. Provokator ini menurut laporan dari beberapa orang
mahasiswa bekerja pada laboratorium Fakultas Ekonomi Universitas
Malikussaleh. Setelah diperiksa dan diinterview ditempat, Kapolres
memerintahkan jajarannya untuk membawanya kekantor demi penyelidikan
lebih lanjut.“Bawa kekantor saja dan diperiksa”ujar Kapolres.
Menyangkut
dengan penurunan Sang saka Merah Putih, Kapolres Lhokseumawe yang
sangat familiar dengan para mahasiswa ini tidak mempermasalahkan hal
tersebut karena masih dalam batas kewajaran.“penurunan
bendera setengah tiang tidak ada masalah, apalagi saat penurunan mereka
menyanyikan lagu Indonesia Raya, saya percaya mahasiswa adalah kelompok
intelektual yang sangat menghargai lambang negara, tetapi kalau sempat
bendera merah putih dirobek atau dibakar saya serbu itu, karena lambang
negara telah dinjak-injak, tapi buktinya tidak ada toh” cetus Mitra
Mayarakat tersebut.
Disamping itu, pimpinan para penegak
keadilan di kawasan Lhokseumawe ini juga mengatakan akan mengusut kasus
pengalihan/pengkaplingan tanah yang dilakukan oleh Dewan Legislatif
Acceh Utara.
"Sekarang sedang kita pelajari,
kalau ada indikasi kasus pidana ya kita proses, karena negara ini
negara hukum jadi kita akan tetap menegakkan supremasi hukum." Tegas Kapolres yang disambut dengan senyuman dan ucapan terimakasih oleh para mahasiswa yang melakukan diskusi dengan beliau.
Sikap
tenang dari AKBP Zulkifli sebagai Kapolres Lhokseumawe ini patut
dicontoh oleh semua aparat kepolisian dalam menghadapi orasi ilmiah
menuntut hak, baik itu oleh mahsiswa maupun masyarakat awam lainnya.
Selain berhasil meredam beberapa amarah massa yang sempat panas bahkan
sempat terjadi bentrokan dengan pagar betis polisi, AKBP Zulkifli juga
meyakinkan demonstran bahwa mereka(anggota dewan) sudah tidak ada lagi,
saat para anggota dewan sudah pergi meninggalkan gedung melalui pintu
belakang. Kemudian beliau memberikan masukan kepada Koordinator Umum
aksi dan beberapa orang koordinator Unit untuk mengakhiri aksi
dikarenakan sudah tidak ada gunanya lagi." Saya mau memberikan dua
pilihan pada rekan-rekan mahasiswa, yang pertama kalian tetap
melanjutkan aksi dengan kelelahan, lapar dan kehabisan tenaga tetapi
tidak akan mendapatkan apapun karena dewan sudah pulang dan kami(aparat
keamanan) akan tetap disini. Atau yang kedua, kalian sudahi saja aksi
untuk hari ini, nanti pada hari senin (28/4) rekan-rekan kembali lagi
untuk aksi berikutnya karena anggota dewan akan memberikan keputusan
pada hari itu.
Masuka