Halaman Utama Shvoong > Seni & Humaniora > www.rahima.com

.

www.rahima.com

Summary rating: 5 stars 1 Tinjauan
Ringkasan oleh : ipinpmh
Kunjungan : 52  kata: 900   Diterbitkan di: April 16, 2008





Perempuan dalam perjalanan sejarah seringkali luput atau lebih
tepatnya “diluputkan”

sehingga jarang menjadi bagian penting dari cerita
sejarah. Cerita-cerita heroik pejuang, kekaisaran, dan kebesaran sejarah sering
kali tidak atau jarang sekali menyertakan peran perempuan di dalamnya.
Penggunaan kata history yang diambil dari dua kata his dan story bisa diartikan
sebagai ceritanya para laki-laki. Hal ini menjadi salah satu bukti bahwa
cerita-cerita tentang para perempuan yang cukup berpengaruh dalam perjalanan
sejarah banyak tersembunyi dan tak terungkap Cerita-cerita para nabi sebagai
utusan Tuhan, hampir bisa dipastikan tidak menyebut-nyebut peran perempuan
secara memadai. Padahal dalam cerita tersebut pasti ada sosok perempuan yang
juga mempunyai peranan yang besar dalam prosesi sejarah.



Tetapi
ironisnya “kebesaran” kaum perempuan seringkali dipangkas hanya menjadi
pelengkap cerita-cerita tokoh para nabi. Bila kita coba kaji dari perjalanan
sejarahnya, sebenarnya kita bisa melihat bahwa peran perempuan-perempuan di
balik para nabi ini menjadi elemen sangat penting dalam menyukseskan tugas
kenabian atau kerasulan. Hal itu pulalah yang tampaknya ingin disampaikan oleh
buku berjudul Samudra Cinta Sarah dan Ibrahim a.s. karangan Ibnu Sahid As-Sundy.
Buku ini berupaya menggambarkan secara lebih detail tentang peran Sarah dalam
menyukseskan tugas kenabian Ibrahim a.s. Buku menarik ini lebih tepat sebagai
buku cerita Nabi Ibrahim sejak melakukan pencarian Tuhan sampai menjadi
“pemberontak” atas kepercayaan yang dianut masyarakat luas di bawah kekuasaan
Raja Namrudz. Di buku itu, secara cukup rinci digambarkan peran Sarah dan juga
peran Hajar sebagai teman kehidupan Ibrahim a.s.



Sebagai penyeru akan
ke-Esaan Allah SWT. Ibrahim mendapatkan tantangan yang luar biasa dari
masyarakat Babil yang penyembah berhala. Puncak dari pemberontakannya adalah
ketika Ibrahim menghancurkan berhala-berhala buatan Azar, ayahnya sendiri.
Secara rinci awal pemberontakan Ibrahim ini tidak diceritakan bagaimana peranan
Sarah perempuan jelita dan shalihah yang menjadi tempat kembali Ibrahim. Sarah
mulai terekam sejarah (setidaknya dalam buku ini) pasca kepindahan Ibrahim dari
wilayah Babil menuju Baitul Maqdis tepatnya di daerah Harran bersama
keponakannya Luth yang kemudian menjadi nabi juga. Kondisi masyarakat Harran
yang tak juga berubah kepada ajaran Tauhid, menjadikan Ibrahim beserta Sarah dan
Luth kembali berhijrah sampai ke negeri Mesir.



Dalam buku ini kita bisa
melihat banyak pengorbanan yang dilakukan Sarah sebagai seorang perempuan dalam
mendampingi Ibrahim. Di antaranya adalah saat penguasa Mesir yang kala itu
begitu tamak kuasa, harta, dan perempuan muda dan jelita tak peduli milik siapa.




Kecantikan dan keanggunan Sarah akhirnya sampai pula ditelinga sang Raja
Mesir. Ibrahim akhirnya meminta Sarah untuk mengaku sebagai adik perempuannya
sebagai strategi untuk menyelamatkan nyawanya. Begitu berat permintaan Ibrahim
bagi Sarah, karena dengan demikian ia harus mau ikut diboyong oleh pasukan
kerajaan menuju istana untuk menjadi persembahan bagi sang raja. Tak dapat
dibayangkan duka hati Sarah saat itu harus bersedia melayani raja yang tamak dan
sombong akan kekuasaan, bahkan karena kesewenang-wenangan raja, Sarah pun harus
rela menjadi korban nafsu bejatnya sang raja. Namun berkali-kali Sarah
mendapatkan mukjizat dari Allah SWT. Sarah tetap selamat. Atas kekuasaan-Nya,
sang raja tidak mampu menyentuh dan merusak sedikit pun kecantikan dan
keshalihannya.



Pengorbanan lain yang dilakukan Sarah seperti diceritakan
buku ini adalah pegorbanan hati dan perasaan setelah sekian lama ia tidak dapat
memberi keturunan pada Ibrahim. Citra perempuan mandul sempat disandangnya
sampai usia renta mengiringinya. Akhirnya dengan berat hati ia mempersilahkan
Ibrahim untuk menikahi Hajar seorang budak hadiah dari Raja Mesir yang sudah ia
anggap sebagai saudaranya sendiri karena keshalihan dan kebaikannya. Sampai ia
menyaksikan sendiri Hajar, isteri kedua Ibrahim, hamil dan melahirkan bayi
laki-laki yang lucu, Ismail. Bisa dibayangkan secara manusiawi betapa berat
beban perasaan yang harus dipikul oleh Sarah kala itu. Sampai akhirnya titik
kesabaran dan kecemburuannya tidak bisa dibendung lagi kepada Hajar. Walaupun
pada usia 85 akhirnya Sarah diberi kekuasaan untuk mengandung dan melahirkan
seorang anak laki-laki yang diberi nama Ishaq dan kelak menjadi nabi
pula.



Perempuan lain yang juga cukup berpengaruh dalam kehidupan Ibrahim
adalah Hajar, menjadi isteri kedua dalam perkawinan dengan Ibrahim tentu tidak
mudah bagi Hajar. Ia kemudian harus rela terpisah dari suami dan komunitasnya.
Terasing di lembah Makkah. Sebuah lembah yang tandus, sejauh mata memandang yang
didapati hanyalah hamparan pasir, batu, dan kegersangan. Dengan berbekal
sekantung kecil kurma dan sebuah tempat berisi air, Hajar memulai kehidupan di
lembah Makkah bersama Ismail. Bersama kepergian Ibrahim, duka dan pertanyaan
besar selalu menyelimuti hati dan pikiran Hajar. “Apakah ini perintah Tuhan?
Yang harus memisahkan diri dan anaknya dari peradaban manusia juga suami
tercinta?” Ternyata di sinilah Hajar menemui banyak mukjizat dan kebesaran
Tuhan. Perjuangan yang dilakukan dan mukjizat yang ditemui diabadikan dalam
sejarah peribadahan umat Islam sedunia dan Air Zamzam yang keluar dari tendangan
kaki bayi mungil, Ismail, dapat dinikmati oleh umat manusia sampai hari
ini.



Dari cerita ini kita bisa melihat
sebenarnya mukjizat tidak hanya ditemui para Nabi semata yang nota bene adalah
laki-laki. Kekuasaan Tuhan banyak diberikan pada para perempuan yang hidup
bersama para nabi. Sayangnya kita jarang melihat dengan arif peran yang begitu
berat bahkan mungkin sama beratnya dengan para nabi kala itu. Saatnya kita bisa
melihat cerita dari sudut pandang yang berbeda. Herstory yang berarti kita bisa
melihat cerita dan sejarah melalui kacamata yang lebih adil bagi peran perempuan
didalamnya. Bukan suatu yang tidak mungkin rasanya.



Secara keseluruhan
bahasan dalam buku ini cukup sistematis dan mudah dipahami. Buku ini lebih
merupakan buku cerita yang bisa dijadikan sebagai media informasi dan sumber
keteladanan. Tidak perlu berharap adanya penjelasan yang analitis dari buku ini.
Terlepas dari itu semua, secara umum buku ini perlu dibaca sebagai wahana
memperluas wawasan kesejarahan yang berperspektif keadilan terhadap kaum
perempuan




Abstrak lain tentang www.rahima.com
www.rahima.com         
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------