Menurut
kepolisian Jepang, seperti dikutip Yomiuri Shimbun
di Tokyo,
Jumat, 22/2-2008, penawaran layanan
prostitusi anak lewat pesan singkat di
internet terus meningkat selama 2007, menjadi 122
kasus, atau naik 75 kasus dibanding
tahun sebelumnya. Dari angka tersebut, 61 di antaranya melibatkan anak-anak itu
sendiri yang berinisiatif memasukkan pesan-pesannya menawari ajakan berkencan
seksual. Jumlah tersebut juga naik, dari sebelumnya 43 kasus di tahun 2006. Sementara
itu, kasus
kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak-anak juga meningkat
tahun 2007 dibanding tahun sebelumnya. Sedikitnya terjadi 300 kasus kekerasan
dan pelecehan seksual terhadap anak-anak, angka tertinggi yang pernah terjadi
sejak dimulainya penyelidikan terhadap kasus tersebut pada 1999. Menurut pihak
kepolisian Jepang, pelaku kekerasan dan pelecehan seksual justru banyak
dilakukan orang tua, dan keluarga korban sendiri. Dari angka tersebut, 211
kasus di antaranya kekerasan yang dilakukan dengan pukulan dan tendangan,
sedangkan 69 kasus lainnya berupa pelecehan seksual.
Polisi juga mencatat di luar
kasus tersebut, terdapat 10 kasus lain yang menyebabkan kematian bayi. Revisi
terhadap UU Anti Kekerasan Anak Jepang baru akan diterapkan pada April 2008, yang
lebih memberikan jaminan bagi perlindungan anak seperti pembangunan pusat
konsultasi anak, yang bisa memaksa masuk ke rumah, jika terjadi kemungkinan
kekerasan terhadap anak.
Ringkasan lain tentang Prostitusi Anak Meningkat di Jepang