Normal
0
false
false
false
EN-US
X-NONE
AR-SA
MicrosoftInternetExplorer4
st1\:*{behavior:url(#ieooui) }
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-priority:99;
mso-style-qformat:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;
mso-para-margin:0in;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman","serif";}
“oo….begitu!!!”itulah kalimat yang terucap
ketika
membaca tulisan disalah satu website bahwa;” Benang Laba-laba Lebih Kuat
Daripada Baja, laba-laba mempunyai Perangkap Paling Kejam
di Dunia hingga Sebuah projek pemukiman bawah air yang terinspirasi oleh jaring
laba-laba air tawar. Untuk kelangsungan hidupnya, laba-laba membawa udara yang
dibutuhkan
dan makanan ke dalam jaringnya yang tahan air. Pada pemukiman bawah
air, kaca digunakan sebagai pengganti jarring, dan juga sampai penelitian
tentang karakternya”.
Sungguh luar biasa
seorang intelektual muslim Harun Yahya meneliti secara objective salah satu
binatang yaitu laba-laba dari berbagai macam dimensi. Hanya seekor laba-laba
yang
sering kita temui, baik di pinggir-pinggir jalan dan lainnya, and sering
pula kita anggap sepele. Ternyata bimnatang yang sering kita anggap demikian
mempunyai kelebihan yang luar biasa yang endingnya menghasilkan suatu
kesimpulan tentang keagungan Tuhan yang dijadikan refrensi manusia untuk
membuat penemuan-penemuan baru yang membawa dampak manfaat dalam kehidupan.
So, jika kita
kaitkan dengan ayat pertama al-quran diturunkan pada surat al-iqro’, sangat jelas sekali
memerintahkan kita untuk membaca. Perintah tersebut tidaklah specific dalam
artian hanya membaca buku saja. Namun perintah tersebut lebih kearah global
atau universal. Apa saja yang ada di bumi dan langit. Baik di sekeliling kita,
problem, lingkungan, atau bahkan dalam sector yang lebih besar dan luas.
Semuanya itu masih dalam koredor membaca.
Ya…hal yang sering
kita lakukan hanya membuka-buka buku, itupun masih pilih-pilih, sering kita
lupa akan sekitar kita. Sering pula kita terjerumus dalam suatu keaadaan yang
sangat membosankan atau BT abis, bahkan kita keluar dalam suatu problem yang
kunjung lama tak juga mendapatkan solusi. Hal ini bisa kita review kembali
sejauh mana kita memahami keadaan. So, ada suatu kata muatiara”orang aktif
mencari tantangan dan masalah sedangkan orang pasif lebih cenderung lari dari
masalah”. Tentunya kita tau hidup adalah pilihan, dalam pilihan tersebut selalu
ada tantangan dan permasalah. Membaca dibalik
fenomena adalah salah satu cara
memahami permaslahan. Dengan dasar itulah akan memunculkan suatu solusi yang
membawa maslahah. Semua di atas kaitannya hal yang sering diri kita alami
sehari-hari disekeliling kita ketika hidup bersosial.
Actually, masih
dalam konsep yang sama yaitu membaca, namun dalam object fenomena alam.
Sederhananya fenomena alam di sekeliling kita yang kita jadikan object dan itu
membutuhkan perabot questions. Kalau dalam dunia jurnalistik adalah 5 W+1 H.
yaitu, what, when, where, who, whom, dan how. Setelah semuanya terungkap, baru
kita kembalikan kepada Tuhan semesta alam.
Ketika kita
menerapkan konsep membaca baik kaitannya dalam fenomena diri kita atau alam,
akan muncul suatu keindahan yang luar bisa dalam berbagai macam aspek
kehidupan. Dilain sisi adanya suatau ketenangan dalam menghadapi tantangan. The
great-nya lagi intelektual kita tidak mudah facum, semakin pola pikir kita asah
semakin kritis dan keindahan yang kita dapat. Step by step kita mengimprove
keilmuan kita lewat membaca di balik fenomena.
“But, nothing’s
impossible in this world”.tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini. Simplenya
sejauh mana kita memperdayakan pemikiran kita? Dan keindahan apa saja yang
telah kita temuakan?
Ringkasan lain tentang indahnya MEMBACA DIBALIK FENOMENA