“Tunggu Langkah Konkret Pemerintah Belanda”
Sehubungan dengan pemberitaan di beberapa media dari penghujung bulan Maret 2008, mengenai pemutaran
film FITNA yang dibuat oleh Geert Wilders, berkebangsaan Belanda, langkah yang diambil Wilders adalah sudah merugikan pemerintah, pengusaha,
dan masyarakat Belanda serta membahayakan bagi perdamaian dunia Islam dan Barat.
Komentar
tersebut diutarakan oleh Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof.Din Syamsudin kepada Duta Besar Belanda untuk Indonesia Nikolaos Van Dam yang hadir
dalam dialog dengan pimpinan ormas Islam dan duta besar negara-negara Islam di Gedung Pusat Dakwah PP Muhammadiyah,Jakarta.
Dalam dialog tersebut Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengatakan bahwa pemerintah Belanda
tidak cukup mengeluarkan rasa penyesalan dan ketidaksetujuan dan harus ada langkah konkret.
Demikian juga disampaikan oleh Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid, Belanda sudah menanggung kerugian akibat langkah Wilders yang tidak bertanggung jawab.
Sebagai masyarakat Indonesia, penayangan film FITNA tersebut saya kira tidak ada kontrol atau lembaga sensor yang dapat memotong bagian-bagian yang dapat merusak hubungan individu
maupun golongan di Belanda maupun di seluruh dunia dan sangat disayangkan hal tersebut sudah terlajur tanpa ada proses verifikasi dari pihak
negara Belanda. Bayangkan saja; dari penyangan film tersebut membuat banyak kecaman-kecaman pedas terhadap negara Belanda terutama dari notabene negara bagian Timur maupun Indonesia. Indonesia beranggapan bahwa Islam diidentikan dengan tindakan kekerasan dan sangat menyinggung perasaan.
Kemungkinan lain adalah pemikiran si Wilders dalam menciptakan film FITNA tersebut, apakah terbawa oleh kondisi politik dunia akhir-akhir ini bahwa sering terjadinya aksi terorisme ke negara-negara barat atau mungkin terbawa emosi untuk menyampaikan suatu masalah dimana masalah tersebut harus segera diselesaikan. Saya pribadi tidak selalu berfikiran negatif dalam menyingkapi film tersebut karena dalam suatu karya pasti ada kerugian maupun keuntungan, tergantung pada pemikiran dan pendalaman makna apa yang terdapat didalamnya.
Ringkasan lain tentang Film FITNA dan Agama