Ada seorang
guru yang baru saja
meninggal dunia. Ia tiba di depan
pintu surga. Sang
penjaga pintu
mencegatnya,"Tunggu sebentar!
Ke sini dulu! Anda mau ke
mana?""Saya mau masuk ke surga.""Oh
tidak. Anda tidak menuju surga.""Mengapa tidak?""Tidak
semudah itu.""Mengapa?""Baiklah. Kita
mempunyai sistem
poin di sini. Ada begitu banyak skor yang diperlukan
untuk masuk ke surga.""O ya? Saya tidak menyangka bahwa
sistem itu juga diterapkan di sini. Berapa besar poin yang diperlukan
untuk masuk ke surga?" tanya si guru itu."Sekurang-kurangnya
Anda memerlukan seribu poin,"jawab si penjaga pintu.Mendengar
jawaban itu, si guru terkejut juga."Nah, cobalah ingat apa
yang Anda lakukan ketika Anda masih berada di dunia?"tanya sang
penjaga pintu.Si guru itu tersenyum sambil menepuk dadanya,"Saya
pergi beribadah setiap minggu selama 50 tahun. Berapa poin untuk
itu?"Sang penjaga pintu menjawab,"Lumayan.Itu 5
poin."Mendengar itu, hati si guru kecut dan kecewa."Apa
lagi,"tanya sang penjaga pintu."Baiklah. Saya menjadi
anggota tim relawan ketika di Indonesia terjadi bencana gempa bumi
dan tsunami selama beberapa bulan.""Itu juga lumayan,
menghasilkan 5 poin juga,"kata sang penjga pintu."saya
juga ikut tim penggalang dana bantuan untuk para korban bencana
alam,"lanjut si guru."Tidak buruk.5 poin lagi,"kata
sang penjaga sambil tersenyum manis.Sampai di situ, guru tersebut
merasa diremehkan. Dia berguman kepada dirinya sendiri,"Kalau
caranya begitu, maka hanya karena kebaikan Tuhan saja aku dapat masuk
ke surga.""Tepat sekali jawaban Anda!"kata sang
penjaga pintu."Pada saat Anda meyakini kebenaran itu, Anda telah
mendapat 1000 poin yang Anda perlukan. Jika Anda meyakini apa yang
baru saja Anda katakan, Anda berhak masuk ke dalam surga. Ketahuilah,
surga sebetulnya adalah pemberian cuma-cuma dari Allah."
Ringkasan lain tentang Surga Adalah Sebuah Pemberian