Halaman Utama Shvoong > Seni & Humaniora > THE PROBLEM OF STYLE

.

THE PROBLEM OF STYLE

Summary rating: 1 stars 1 Tinjauan
Pengarang : J.V. CUNNINGHAM
Summary by : Sawunggalih
Kunjungan : 19  kata: 300   Diterbitkan di: Maret 28, 2008
Dalam masyarakat, ternyata banyak pilihan. Kalau kita tanya pada kelompok anak-anak muda, jawabannya tentu akan membingungkan dan penuh main-main. Karyanya tersebar dimana-mana dan tidak dibedakan baik dalam bentuk antologi atau dunia nyatanya. Karya anak-anak muda tidak tergolong karya sastra dan bergaya senaknya, hanya ada duaratus lima puluh karya anak-anak muda yang dapat digolongkan karya sastra. Ia biasanya menulis couplet octosyllabic atau decasyllabic yang penuh retorika dan merupakan wilayah yang mudah dihapuskan. Untuk menghibur diri ia menulis lagu dalam quatrains, dan sekali waktu menulis versi Pindaric.
Sikap mendua ini menimbulkan masalah bentuk. Dalam masyarakat demokratik, secara informal memberikan nilai positif. Kita tidak dapat berbuat apa-apa terhadap bentuk-bentuk dalam bahasa pidato yang berasal dari peringkat orang-orang yang berbicara dalam masyarakat otoriter, yang penuh ritual dan menghendaki bahasa formal yang dipakai oleh para pejabat pemerintah. Kita, meski tidak tulus memuji para pejabat pemerintah itu. Dalam konteks itu, kami memuji puisi yang kita namakan dekat dengan ucapan pada pembicaraan sehari-hari—yang karena itu, ucapannya spontan dan  informal serta vulgar. Kini gaya penulisan puisi dikaitkan dengan sikap  revolusioner dalam demokrasi. Nilai-nilai tersebut berupa sikap antiformalitas, anti-kemapanan yang dikaitkan dengan mistik dalam romantika revolusi.
Ukuran, bentuk-bentuk artificial, seperti yang kita rasakan sungguh tidak nyaman karena hanya merupakan karikatur pusat nilai-nilai kehidupan , emosi yang kurang asli.
Informalitas dan antiformalitas merupakan nilai-nilai positip. Problemnya adalah bagaimana bentuk-bentuk itu mencerminkan isinya. Kita memerlukan metoda untuk mengatasi dualisme antara ilmu dan seni, uangkapan intelektual dan emosional dari gejala-gejala yang nampak teratur atau tidak beraturan tentang norma-norma dan berbagai macam variasinya.
Pada akhirnya kita akan membatasi diri, tentang bentuk dan materi, bentuk dan isi yang dalam karangan merupakan hal yang mendasar misalnya kepada yang mempertanyakan, “ Apakah Soneta itu merupakan bentuk atau isi puisi?” Jawabannya dari seluruh kemungkinan penyusunan kata-kata dalam kalimat dapat cenderung matematis jika merujuk pada Plato.

Ringkasan lain tentang THE PROBLEM OF STYLE
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------