Halaman Utama Shvoong > Kemanusiaan > LEMBAGA KEMAHASISWAAN JURUSAN ARSITEKTUR , ANTARA IDEALISME UTOPIS DAN REALITAS KEKINIAN.

.

LEMBAGA KEMAHASISWAAN JURUSAN ARSITEKTUR , ANTARA IDEALISME UTOPIS DAN REALITAS KEKINIAN.

Pengarang : Willy Samoel
Summary by : uniangel
Kunjungan: 54
kata: 900
Diterbitkan di: Maret 24, 2008
Lembaga,
sebuah kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Tetapi tidak
semua pribadi memiliki interpretasi yang sama terhadap satu kata ini.
Harfiahnya, lembaga adalah sebuah wadah yang memiliki orientasi ataupun
tujuan tertentu,begitu pula halnya dengan organisasi, cukup dengan
beberapa orang yang memiliki visi dan misi yang sama,maka terbentuklah
sebuah organisasi. Di
sisi lain, lembaga pun dapat memiliki sebuah konotasi, sebagai contoh
Lembaga Pemasyarakatan.Eksistensi dan Esensinya mungkin baik,tetapi
tidak semuanya memandang hal itu sama.Begitu pula dalam lembaga kita
ini ,lembaga kemahasiswaan. Mahasiswa , sebagai sosok yang dituntut tanggung jawabnya sebagai agent of social control.
Jembatan antara masyarakat dan elite politik. Mahasiswa yang menyadari
idealisme dan konsep pergerakannya,membutuhkan sebuah wadah untuk
bergerak,dengan satu pandangan dan tekad bersama,lahirlah sebuah
lembaga kemahasiswaan. Lembaga
kemahasiswaan Jurusan Arsitektur yang dibangun dengan didasari oleh
eksistensinya sebagai sebuah wadah yang diharapkan dapat akomodatif
terhadap kepentingan aspiratif anggotanya dan pada prinsipnya adalah
sebuah lembaga yang berorientasi pada proses pembelajaran bagi sebuah
komunitas yang bernama mahasiswa Arsitektur. Lembaga ini secara sadar memiliki tanggung jawab moril akan perkembangan masyarakatnya dalam berbagai aspek kehidupan. Idealisme
Utopis,dalam kerangka arsitektur hal ini dirumuskan pada piagam Visi
dan Misi Organisasi Kemahasiswaan Jurusan Arsitektur Fakultas Teknik
Universitas Hasanuddin, dimana semua cara pandang, potensi dan logika
dasar dikaji untuk menjadi sebuah kondisi ideal lembaga yang pada
hakekatnya tidak mungkin tercapai,dimana bila kondisi ini tercapai,
maka secara otomatis organisasi tersebut akan bubar , karena semua
tujuannya telah tercapai. Kondisi
idealnya adalah “ Membentuk Kader Organisasi Kemahasiswaan Jurusan
Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin yang bertaqwa kepada
Tuhan YME , memiliki integritas kepribadian , berorientasi kerakyatan ,
bersikap ilmiah , mandiri , progresif revolusioner yang berlandaskan
nilai kebenaran dan keadilan untuk semua “ Hal
tersebut diataslah yang dapat kita sebut sebagai kondisi idealisme
utopis , semuanya hal yang ideal dan melangit.Tuntutan sebagai
mahasiswa dan kader lembaga yang diarahkan menjadi kekuatan inti
penopang dan penggerak, memiliki ketertundukkan secara total kepada
Tuhan YME selaku kausa prima , kepribadian yang jujur , berani dan
bertanggung jawab, memiliki keberpihakan yang nyata dan kosistensi atas
kepentingan masyarakat banyak,sifat rasional,independen,penggerak roda
perubahan dan senantiasa menempatkan kebenaran dan keadilan sebagai
landasan dalam segala karakter dan tingkah lakunya. Apakah
kita di kemudian hari dapat menjadi sosok ideal yang sesuai dengan
pemaparan piagam Visi dan Misi Organisasi Kemahasiswaan Jurusan
Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Hasanuddin itu? Kebutuhan kecil untuk menjadi sesuatu yang ideal diatas dapat diawali dengan pemikiran awal terhadap rasa memiliki atau sense of belonging terhadap lembaga.Kesatuan tekad dan keikhlasan hati akan mengantar kita ke sana. Pada
sebuah realitas sosial , pasti kita akan dapati sebuah masalah, dengan
sedikit parameter yang dapat kita ukur dari kondisi ideal yang
diharapkan dengan kondisi yang terjadi pada saat itu pula.Perbedaan
inilah faktor utama dari sebuah masalah tersebut. Di
pertangahan tulisan ini sudah sedikit kita bahas tentang kondisi ideal
sebuah sosok lembaga kemahasiswaan.Kondisi yang sangat utopis untuk
dicapai.Apakah memang hal itu tidak akan tercapai?Kita dapat awali
dengan apa yang terjadi pada saat sekarang ( realitas kekinian). Sudah
tidak menjadi rahasia umum , kita melihat sedikit sekali
pribadi-pribadi yang dengan tulus berlembaga,meluangkan waktunya
tenggelam dalam pengembangan jiwanya.Sementara mahasiswa-mahasiswa yang
lain larut dalam pencarian ilmu yang menurut saya akan pincang tanpa
dasar/pondasi pola pikir yang mantap. Ada
pula mahasiswa yang baik secara sadar maupun tidak sadar hanyut dalam
eksploitasi biologis,komersialisme,hedonisme yang sudah melenceng dari
eksistensinya sebagai mahasiswa. Kita dapat menengok pada Jurusan kita, yang kita banggakan dan kita sayangkan,Jurusan
Arsitektur.Sebuah nama besar yang cukup berat kita usung.Enam ratus
lima puluh orang menggantungkan masa depannya pada satu nama besar
ini,tetapi ironinya hanya puluhan orang yang mau membangun masa
depannya pada lembaga kita tercinta. Ketidak
adaan bargaining yang jelas antara lembaga terhadap mahasiswa selalu
menjadi alasan klise untuk tidak peduli terhadap lembaga.Selain itu
masih banyak alasan lain yang selalu dikambing hitamkan oleh mahasiswa
Arsitektur,seperti ketidak adaan waktu untuk lembaga diluar tetek
bengek akademik dan ketidak adaan keuntungan yang real dalam lembaga
kita. Lalu
apakah semua alasan dapat kemudian dijadikan patokan kebobrokan sosok
mahasiswa Arsitektur sekarang.Ingat,jangan sampai kita terjebak dalam
kerancuan berpikir tersebut. Sementara
itu ,realitas kelembagaan kita sudah cukup menyedihkan,diluar sisi
personal lain yang tidak peduli,ternyata masih ada juga personal yang
mengatasnamakan idealisme mahasiswa dan dijadikan tunggangan dengan
kepentingan-kepentingan tertentu.Wahai mahasiswa,sadarlah!Kalianlah
puncak-puncak harapan bangsa,penggerak roda perubahan dan kebenaran. Eforia
kebesaran dan doktrin di tingkat jurusan juga telah memberikan dampak
yang sangat nyata.Kebersamaan yang sejak awal kita bangun pada saat
memasuki kampus Merah Hitam ini sudah mulai pudar dimakan waktu,apakah
ini yang dapat kita sebut sebagai mahasiswa?Hal ini yang seharusnya
kita sikapi bersama-sama. Dari
pemaparan diatas kita dapat melihat jelas perbedaan yang ada antara
kondisi ideal dengan realitas yang ada.Inilah yang dapat disimpulkan
sebagai masalah sosial,masalah yang sama-sama terjadi di sosial
masyarakat Arsitektur, bukan sebagai masalah masing-masing
pribadi.Sesosok orang besar sangat diharapkan untuk meluruskan kembali
Organisasi kita,kembali pada koridor visi dengan tetap berlandaskan
kebenaran dan keadilan untuk semua. Terima
kasih kami pada pendahulu-pendahulu kami yang telah merintis
terbentuknya Organisasi Kemahasiswaan Jurusan Arsitektur Fakultas
Teknik Universitas Hasanuddin.Segala masukan sangat kami harapkan demi
kesinambungan organisasi kita tercinta. Satukan langkah menuju visi,misi dan kejayaan OKJA FT-UH Dengan bekal ilmu dan jiwa satria, amalkan tridarma, kita melangkah bersama menuju kejayaan negeri Indonesia Tegakkanlah langkahmu wahai putra putri Himpunan Mahasiswa Arsitektur……………… Bravo Teknik . . . .
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.