Sebagaimana pisau
bisa digunakan untuk hal-hal yang sangat membantu dalam kehidupan sehari-hari, misalnya bagi ibu-ibu rumah tangga yang memasak didapur,maka pisau sangat berguna sekali. Namun sebaliknya takala pisau berada ditangan orang-orang yang salah dalam menggunakanya maka pisau akan sangat meugikan misalnya saja di tangan perampok
atau penodong kemungkinan akan jatuh korban
menjadi hal sangat membahayakan.
Demikian juga dengan uang,saat
uang berada pada orang-orang yang benar maka manfaat uang sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,kepentingan umum
dan kemaslahan umat, dan biasanya diperoleh dengan cara-cara yang dibenarkan syariat, dengan kemampuan bisnis,baik dibidang teknik maupun non teknik yang semuanya bermuara pada pencapaian keuangan.Namun sebaliknya saat uang berada pada orang-orang yang tidak benar dalam pemanfaatanya, maka uang hanya akan mempermudah
orang melupakan nilai-nilai kebenaran hakiki yang betolak pangkal pada agama. Biasanya dipakai untuk acara-acara yang lebih banyak pada foya-foya atau bersenang-senang secara pribadi maupun kelompok yang pada umumnya menyalahi dari norma-norma masyarakat maupun agama.Sehingga menjadi suatu hal yang harus dijadikan perhatian atau suatu kehati-hatian dalam memanfaatkan uang, takala banyak yang sudah berhasil hidupnya,namun karena kurangnya spiritualitas, interopeksi dan rasa syukur seseorang,bisa menjadi alat untuk menjerumuskan seseorang pada keburukan. Sebaliknya spiritualitas yang tinggi tidak didukung dengan pemenuhan keuangan akan mengakibatkan seseorang mendekatkan diri pada hal-hal yang negatif atau kekufuran, yang ujung-ujungnya akan mempersulit manusia itu mencapai tingkat hidup yang diinginkan.
Banyak dalam kehidupan sehari-hari,atas nama diri sendiri ataupun kelompok yang notabene hanya mementingkan dirinya dan kelompoknya melupakan rasa respek atau hormat pada orang lain, sehingga atas dasar uang itu sendiri tidak segan-segan menjadikan orang lain sebagai bahan,cemooh,kambing hitam, atau menghitamkan kambing dengan mencari-cari masalah dan kesalahan orang lain, yang tujuan utamanya mengambil keuntungan dari situasi yang memang dibuat keruh, untuk medapatkan uang . Seseorang atau kelompok seperti ini biasanya bisa senang-senang dalam kelompoknya, namun akan menjadi menyedihkan dalam kesendirian atau kesepian hati ditengah-tengah keramaian bahkan menjadi paranoid karena sikapnya pada orang lain yang pada dasarnya uang tidak selamanya selalu membawa kebaikan dan bila tidak hati hati bisa sebaliknya, misalnya menghilangkan kemuliyaan, jati diri dan kehormatan, bila pandanganya atas dasar uang semata.
Namun sebaliknya, ditengah-tengah sikap materialisme yang menghilangkan respek dalam pergaulan,ada juga sekelompok orang atau masyarakat yang masih mengedepankan nilai-nilai kebenaran sehingga biasanya melawan arus yang ingin menyeret kearah hal-hal yang menyimpang,melawan arus memang berat dan berjuang sendiri juga berat, namun menjadi kehormatan tersendiri bila bisa melewatinya dan bisa menemukan jati diri sendiri,bukan jati diri orang lain. Walaupun tidak bisa dipungkiri bahwa uang adalah alat untuk mencapai sesuau yang lebih baik, namun bila bisa didapat dengan tanpa harus melukai yang lain akan menjadi lebih baik manfaatnya.Mencari uang dengan cara yang baik dan digunakan dengan baik akan memberi manfaat yang baik.
Sekali lagi uang bagai mata pisau, bila dipakai sesuai kadar pemakaianya dan dicari dengan kadar pencapaian yang baik, pasti bisa dan pasti akan bermanfat lebih baik.Dan bila sebaliknya menjadikan itu yang utama menghilangkan hal-hal positif yang lain maka biasanya hidupnya akan dikuasai uang itu sendiri, tidak akan mendapatkan kepuasan dan ketenangan sejati.Maka menjadi pilihan masing-masing individu untuk mempertimbangkanya, gambaran diatas akan menjadi masukan yang sedikit lebih jelas hal-hal dan konsekwensinya masing-masing.
Good Luck!. @gust Nasihin
Ringkasan lain tentang Uang bagai mata pisau