Target pemerintah untuk
mendatangkan 7
juta wisman pada tahun 2008 sulit tercapai. Pasalnya, isu
keamanan di Indonesia
masih menjadi masalah utama bagi
wisatawan asing. Hal ini dikemukakan Diyak
Mulahela, pengamat
pariwisata dari Lembaga Pengembangan Informasi Pariwisata
(Lepita) di Jakarta.
Menurut Diyak anggaran
promosi 10
juta dollar AS masih kurang, Program Visit Malaysia saja anggarannya 80 juta
dollar AS. Dengan anggaran tersebut, Malaysia
bisa mengundang 15 juta wisatawan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik
(BPS), pada tahun ini pemerintah menargetkan untuk mendatangkan wisman 6 juta
orang, namun hingga Oktober baru sebanyak 3,7 juta wisman. Sebaliknya Menteri
Kebudayaan
dan Pariwisata Jero Wacik saat meresmikan peresmian Logo Visit
Indonesia 2008 di Pesawat Garuda Indonesia,
optimis bila target tersebut tercapai tahun 2008. Menurutnya, untuk mendukung
program itu, selain meningkatkan promosi, pemerintah juga
akan mengadakan 100
acara khusus dan festival, dan untuk mengoptimalkan promosi pariwisata, semua
pihak yang terkait harus ikut membantu promosi.
Direktur Utama Garuda Indonesia
Emirsyah Satar, mengatakan secara bertahap semua pesawat Garuda akan dipasangi
Logo serupa. Menurutnya, untuk pengecatan logo itu pihaknya mengalokasikan dana
sebesar 100.000 dollar AS. Selain itu, Garuda juga akan memberikan dukungan
promosi pariwisata dengan cara promosi langsung via kantor perwakilan, paket
wisata, dan memfasilitasi kunjungan ke Indonesia.
Selain Garuda pihak-pihak seperti Lion Air, Merpati Nusantara, dan Adam Air
juga akan melakukan hal serupa untuk mendukung gerakan tersebut.
Ringkasan lain tentang Target 7 Juta Wisatawan Mancanegara Sulit Dicapai