Saya dibesarkan dalam keluarga Jawa yang sudah merantau sekian puluh tahun di Pulau Sumatera. Dalam tutur bahasa, ayah dan
ibu saya tidak lagi berbahasa layaknya orang jawa yang terkenal sangat santun. Namun sepanjang ingatan, saya tidak pernah mendengar ayah dan ibu saya berbicara kasar satu sama lain. Saya bahkan tidak ingat kapan
mereka pernah bertengkar. Dan kesan itu senantiasa saya bawa sehingga saya sangat menghargai orang-orang yang mampu memilih kata-kata yang tepat saat berbicara.Para orang tua saat ini mungkin tidak begitu sadar jika kemampuan verbal mereka dalam mengungkapkan sesuatu ataupun berbicara akan diserap oleh anak-anak yang sedang tumbuh. Kerap hati saya miris melihat betapa orang tua yang tidak sabar, mengeluarkan kata-kata kasar kepada balita-balita saat mereka susah diberi makan atau buang air sembarangan. Sering saya mengelus dada saat mendengar
seorang anak kecil memaki-maki dengan kata-kata yang tidak sepantasnya. Dan lebih parah lagi kata-kata yang tidak baik itu diucapkan oleh para guru di sekolah-sekolah yang seharusnya merangsang anak untuk mengembangkan setiap kebaikan dalam dirinya.Betapa sering saya menemukan seseorang menjadi tidak berkembang atau takut untuk melakukan sesuatu dikarenakan label yang mereka pakaian pada diri mereka sendiri. Betapa sering saya berhasil membuat seorang anak mampu mengerjakan sesuatu karena saya menstimulan pikirannya dengan kata-kata motivasi yang mengubah cara pandangnya melihat setiap potensi yang ada dalam diri mereka. Seorang anak yang tumbuh dalam lingkungan yang menciptakan gambaran bahwa ia seorang anak yang bodoh atau susah diatur akan tumbuh menjadi anak yang bodoh dan susah diatur. Seorang anak yang tumbuh dalam keluarga yang selalu memotivasinya menjadi anak yang cemerlang akan selalu mencari cara untuk menjadi anak yang cemerlang.Orang tua seharusnya sadar pada saat mereka memiliki anak, mereka bukanlah saluran untuk menumpahkan segala kekecewaan. Kekerasan verbal yang sering dilakukan orang tua pada anak hanya akan membuat mereka mengulangi prilaku yang sama kepada teman-teman mereka dan anak-anak mereka nantinya. Permasalahan yang terjadi dalam kehidupan orang-orang dewasa bukanlah konsumsi anak-anak dan mereka selayaknya dijauhkan dari dunia tersebut. Kejahatan banyak terjadi karena seseorang mengucapkan kata-kata yang tidak baik sehingga memicu niat jahat orang yang mendengarnya. Aksi-aksi brutal seringkali dipicu oleh makian atau hardikan yang mendidihkan emosi. Begitu banyak contoh anak-anak yang tidak segan mengucapkan kata-kata kasar kepada orangtua mereka sendiri, karena mereka mempelajari hal itu dari orang tua mereka.Untuk mengakhiri itu semua, marilah memulainya dengan mengucapkan kata-kata yang baik dan menyenangkan. Jika hal ini dirasa sulit, baiknya kita menutup rapat mulut kita dan mulai berbicara, di saat bibir dan lidah kita sudah mampu memproduksi kata-kata yang membawa damai.