Pada saat sekarang ini
di musim
pancaroba,
suhu udara memang sedang
panas-panasnya. Bukan hanya membuat suasana
menjadi sangat menyebalkan
dan berkeringat, tetapi ternyata dari sebuah
penelitian baru-baru ini juga didapati bahwa suhu udara yang tinggi bisa
berdampak lebih fatal bagi orang-orang yang sedang "rapuh". Tim
peneliti dari Institut Psikiatri London, berkesimpulan bahwa tingkat
bunuh diri naik selama musim berudara panas. Kesimpulan itu diperoleh lewat analisa yang
dilakukan terhadap 50 ribu kasus bunuh diri yang terjadi di Inggris dan Wales,
pada durasi tahun 1993-2003. Tidak cuma itu, kenaikan suhu ternyata juga
berdampak terhadap peningkatan jumlah kasus bunuh diri dengan kekerasan. Kasus
bunuh diri yang disertai kekerasan naik 5% setiap kenaikan 1 derajat Celcius.
Sebuah informasi menarik juga
disampaikan oleh Page, "Selama bulan-bulan musim panas volume serotonin
di otak ternyata berkurang, alias lebih sedikit daripada kondisi pada
musim-musim yang bukan musim panas." Argumen lain mungkin yang terkait dengan angka
bunuh diri dan kecenderungan mengkonsumsi alkohol lebih tinggi selama musim
berudara panas.
Peneliti mendapatkan data bahwa
angka bunuh diri meningkat tajam hingga 46,9% selama gelombang panas melanda
pada tahun 1995. Kejadian serupa terulang pada tahun 2003, namun tidak separah
tahun 1995 karena gelombang panas berlangsung dua kali terpisah beberapa waktu
sehingga orang masih punya kesempatan untuk beradaptasi. Selama penelitian ini
berlangsung dalam kurun waktu 11 tahun, dan di Inggris terdapat 222 hari yang
suhunya mencapai lebih dari 18 derajat Celcius. Pada hari-hari itu terjadi
53.623 kasus bunuh diri, dengan kata lain dalam sehari rata-rata ada 13,3 orang
memilih untuk bunuh diri.
Sekitar 2 dari 3 pelaku bunuh
diri adalah laki-laki, dan komposisinya terus stabil selama penelitian
berlangsung. Uniknya, angka bunuh diri tertinggi terjadi tiap tanggal 1
Januari. Sedangkan hari yang paling banyak terjadi aksi bunuh diri adalah
Senin.
Ringkasan lain tentang Suhu Panas Bisa Memicu Bunuh Diri