Halaman Utama Shvoong > Seni & Humaniora > Memaknai Hijrah Muhammad

.

Memaknai Hijrah Muhammad

Summary rating: 4 stars 3 Tinjauan
Pengarang : Masykurudin Hafidz
Summary by : Wijayandaru
Kunjungan : 104  kata: 600   Diterbitkan di: Januari 09, 2008
Hijrah adalah meninggalkan sesuatu atau mengambil jarak yang lama
menuju sesuatu yang baru. Orang yang melakukan Hijrah disebut dengan
muhajir yaitu orang yang pindah dari satu tempat ke tempat lain dan
dari satu waktu ke waktu yang lain. Perpindahan tersebut seringkali
menentukan perkembangan berikutnya bagi orang yang berhijrah misalnya
memberikan inspirasi dan dorongan yang kuat untuk bekerja keras.

Dalam hubungan ini, hijrah berarti berkorban karena Allah SWT,
yaitu memutuskan hubungan dengan yang paling dekat dan dicintai demi
tegaknya kebenaran dengan jalan berpindah dari kampung halaman ke
negeri lain. Hijrah seperti ini telah menjadi pusaka para rasul sebelum
Rasulullah dan terbukti telah menjadi babak pendahuluan bagi
kebangkitan perjuangan.

Umar Bin Khattab, Khalifah kedua
yang mempunyai gagasan menjadikan hijrah sebagai pertanda perubahan
tahun. Pengadopsian peristiwa hijrah sebagai permulaan kalender Islam
merupakan ide yang genius. Khalifah Umar tidak memilih kelahiran
Rosululloh sebagai pertanda permulaan tahun karena Islam merupakan
agama yang tidak bertumpu pada otoritas personal tetapi lebih bertumpu
pada ide, gagasan dan gerakannya.

Jika tahun hijrah
dikaitkan dengan kelahiran maka melahirkan sikap kultus kepada pribadi.
Pikiran Khalifah Umar yang kemudian disepakati oleh para sahabat
tersebut merupakan indikasi bahwa betatapun pentingnya kedudukan
Rasululloh sebagai pribadi tetapi yang lebih penting lagi adalah
ajaran, ide, gagasan dan gerakannya.

Tentu, tujuan hijrah
Rosulullah adalah ingin merubah keyakinan, tata nilai, pandangan dunia
serta menghadapi tantangan yang luar biasa dari tradisi dan budaya dari
masyarakat yang menekan untuk tidak beranjak meninggalkan apa yang
selama ini terjadi dan diikuti oleh masyarakatnya. Terdapat kelompok
yang pro status quo sehingga Rosululloh menciptakan kekuatan perubahan
yang pada akhirnya merubah seluruh tatanan budaya dan tradisi sosial
masyarakatnya.

Sebenarnya hijrah tidak semata-mata berubah
tetapi harus mempunyai visi yang jelas. Jika kita tidak memegang visi
dasar tersebut maka yang terjadi hanyalah hura-hura dan perubahan hanya
terjadi pada permukaan saja tetapi tidak pada intinya. Oleh karena itu
banyak orang yang ingin kembali ke masa lalu (romantisme) karena
orang-orang yang terlibat kedalam perubahan itu visinya tidak jelas.

Hal
ini sangat penting untuk bahan refleksi bahwa hijrah bukan saja berubah
tetapi terdapat visi yang jelas yang harus mengacu kepada nilai yang
paling dasar yaitu perubahan spiritual, mental dan sosial.

Islam mendefinisikan dirinya kedalam tiga tahap yaitu al-tashdiq bi al-qolbi (keyakinan dengan hati), iqror bi al-lisan (ikrar dalam mulut), dan amalun bi al-arkan
(membuktikan dalam kehidupan nyata). Dari hijrah Rosululloh bukan hanya
hijrah spiritulitas dan mentalnya yang penting karena hal itu sudah
terjadi diMakah tetapi yang sangat monumental adalah justru perubahan
itu menjadi terimplementasi didalam kenyataan hidup sehari-hari yaitu
dalam tatanan masyarakat.

Oleh karenanya, jika kita ingin
melakukan perubahan dalam konteks berbangsa dan bernegara sekarang ini
maka juga harus mencakup tiga lapis visi dasarnya yaitu spiritual,
mental dan sosial. Hal ini merupakan perubahan yang luar biasa dan
tidak gampang dilakukan. Mentalitas orang yang beriman kepada Allah
seharusnya memiliki mentalitas yang kritis dan independen sehingga
tidak menjadi budak bagi orang lain dan sistem struktur masyarakatnya.

Ringkasan lain tentang Memaknai Hijrah Muhammad
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------