Judul : Sakuran
Pemain : Anna Tsuchiya, Miho Kanno, Yoshino Kimura
Sutradara : Mika Ninagawa
Genre : Drama
Durasi : 110 menit
Dikisahkan pada Zaman Edo abad 18,
seorang gadis cilik dijual
oleh ibunya ke sebuah rumah bordir
Di sebuah distrik yang terkenal pelacurannya di Yoshiwara. Gadis kecil itu kemudian diasuh oleh seorang Oiran- pelacur kelas elit- yang cantik bernama Shohi (Miho Kanno). Selama dalam pengawasan Shohi, gadis cilik yang mempunyai sifat pemberontak ini kemudian diberi nama Tomeki.
ia digembleng oleh Shohi agar kelak ia bisa jadi seorang Oiran yang hebat. Menurut Shohi, seorang
Oiran yang hebat bukan hanya memiliki kecantikan
dan talenta saja tapi juga harus mempunyai kegigihan dalam mempertahankan posisinya.
Saat dewasa, Tomeki kemudian diganti namanya oleh Shohi menjadi Kiyoha (Anna Tsuchiya). Meski tingkah lakunya yang tipikal pemberontak dan sering membuat pusing majikannya, Kiyoha terlihat lebih popular diantara para Oiran yang tinggal di rumah bordir Tamakiku. Bahkan popularitas Kiyoha telah membuat Oiran idola sebelumnya yaitu Takao (Yoshino Kimura) menjadi iri dan benci. Perseteruan antara Kiyoha dan Takao terus berlanjut sampai mereka juga harus “berperang” saat hadir seorang pemuda bernama Shoujiro Di tengah perjuangannya menghadapi berbagai intrik yang dapat mencelakakan dirinya, Kiyoha juga terus berjuang untuk bisa keluar dari kehidupannya sebagai seorang Oiran. Kiyoha percaya, tak akan ada malaikat yang datang begitu saja untuk menolong dirinya. Untuk itu, ia sendirilah yang harus memperjuangkan kebebasan hidupnya.
Sakuran merupakan
film layar lebar yang diangkat dari serial manga-komik- karya Anno Moyoco. Film ini merupakan debut dari Sutradara Mika Ninagawa yang sebelumnya di kenal dengan karya photograpinya.
Pada awal kemunculannya, film ini sering dibandingkan dengan film Memoirs of Geisha. Namun Mika mampu membuktikan kalau filmnya itu berbeda dari film yang dibintangi oleh aktris China Zhang Zi Yi tersebut. Memoirs of Geisha terlihat lebih “tradisional” daripada Sakuran. Mulai dari kostum hingga tata suara, keduanya juga berbeda. Meski settingnya pada masa kerajaan tempo dulu, Sakuran terasa lebih “modern” dengan dimasukkannya unsur musik rock dan jazz dalam penataan musiknya yang dipercayakan pada musikus Ringo Shiina, serta tata busana yang colourful serta lebih stylish.
Jika dalam Memoirs of Geisha tokoh Sayuri yang diperankan Zhang Zi Yi adalah tokoh yang harus terus bersabar dalam hidupnya, maka sebaliknya, dalam Sakuran, Kiyoha adalah wanita yang berani berjuang untuk hidupnya. Tak segan ia memukul atau mencaci Oiran lainnya jika dianggapnya telah melecehkan dirinya. Walaupun ia seorang oiran yang profesinya sering dilecehkan orang, namun bagi Kiyoha, harga diri harus tetap dinomor satukan.
Adalah seorang Anna Tsuchiya seorang Rock Idol Jepang yang juga seorang model yang mampu menghidupkan tokoh Kiyoha yang berperilaku pemberontak yang kadang menyebalkan namun disukai oleh banyak orang. Kesamaan karakter antara dirinya dan Kiyoha, membuat Anna tidak begitu mengalami kesulitan dan terlihat begitu natural dalam berakting dalam film ini.
Ketajaman dan keahlian Mika Ninagawa sebagai seorang photographer terbukti dalam tampilan gambar-gambar yang indah pada film ini.
Sebagai film yang diangkat dari manga yang memiliki banyak penggemar, tak salah jika kemudian Film Sakuran masuk dalam jajaran film Box Office Jepang.
Ringkasan lain tentang Film : Sakuran