• Daftarkan diri
  • ‎Apakah Shvoong itu?‎
  • Masuk
    Masuk
    Ingat user ID ini. Lupa password anda?

Buat rangkuman pengetahuan manusia di Shvoong.

.

.

Film :Hula Girls

oleh : LaMian     

Pengarang : La Mian
 
Judul            :  Hula Girls

Pemain        :Yasuko Matsuyuki, Eri Tokunaga, Yu Aoi, Sumiko Fuji, Shizuyo  Yamazaki
Sutradara    :  Sang Il Lee
Genre         :  Drama Komedi
Durasi         :  108 menit
Kisah dimulai di sebuah kota kecil bernama Iwaki. Tahun 1965, kota yang berada di utara Jepang ini terkenal akan pertambangan batubaranya. Namun, seiring dengan waktu, kehadiran minyak menggantikan peran batubara dalam bidang industri telah membuat suram perekonomian di Iwaki. Seorang pejabat pemerintahan kota (diperankan oleh Ittoku Kishibe) kemudian mendapatkan ide untuk membangkitkan kembali perekonomian Kota Iwaki, yaitu dengan membangun sebuah resort
bergaya Hawaiian
. Mereka berharap dengan adanya resort
tersebut, akan banyak wisatawan yang berkunjung ke Iwaki. Pertunjukkan utamanya, apalagi kalau bukan Hula Dance
.
Masalahnya adalah, Iwaki adalah kota yang berada di utara yang selalu diselimuti udara dingin.Dan tentunya, sangat sulit mencari wanita yang mau menari Hula yang notebene
kostum tariannya sangat minim.
Namun demikian, kondisi yang seperti itu tidak menyurutkan semangat beberapa wanita yang mau bergabung menjadi penari Hula. Seperti Sanae (Eri Tokunaga) dan teman baiknya Kimiko (Yu Aoi) yang bercita-cita ingin meninggalkan Iwaki. Ada lagi, Hatsuko (Shoko Ikezu) seorang karyawati berkaca mata tebal, si kutu buku dan sudah mempunyai satu orang anak dan Sayuri (Shizuyo Yamazaki) yang mempunyai body
subur.
Guru tarian hula mereka adalah Madoka Hirayama (Yasuko Matsuyuki), seorang pelatih tari dari Tokyo. Madoka mengajar menari tidak sepenuh hati. Sebenarnya ia hanya ingin mengajar uangnya saja yang akan ia gunakan untuk membayar utang-utangnya yang menumpuk.
Perjalanan keempat orang murid tari dan guru itu tidaklah mulus. Di awal langkah, mereka sudah tidak mendapatkan dukungan penduduk setempat. Pemimpinnya, siapa lagi kalau bukan Ibu dari Kimiko, Chiyo  (Sumiko Fuji) selaku ketua asosiasi isteri para penambang batu bara. Selain akan mematikan industri batu bara, Chiyo merasa tarian Hula hanya sekedar mengumbar tubuh yang merupakan hal tabu bagi masyarakat timur.
Halangan dan rintangan silih berganti menghadang mereka, mulai dari masalah keluarga yang menimpa seperti Kimiko yang akhirnya diusir dari rumahnya, Hatsuko yang ditinggal oleh keluarganya yang pindah ke luar kota  hingga masalah properti panggung mereka yaitu pohon-pohon tropis yang rusak karena tak kuat dengan hawa dingin kota Iwaki.
Dengan segala kekurangan yang ada pada anak didiknya serta didukung situasi yang sedang terjadi, Madoka Hirayama pun sadar kalau ia tidak bisa mengandalkan keempat muridnya itu untuk bisa “membantunya“ membayar utang-utangnya.
Walaupun demikian, mereka tetap bersemangat untuk berlatih hula dance
. Sedikit, demi sedikit, mata masyarakat Iwakipun mulai terbuka. Mereka tidak bisa selamanya mengandalkan  hidup mereka hanya dari penambangan batu bara. Mereka harus mencari penghasilan lain. Tak sedikit dari mereka yang kemudian bergabung menjadi anggota hula dancer.

Film yang digarap oleh Sang Il Lee, Sutradara Jepang keturunan Korea ini diangkat dari kisah nyata. Sang Il Lee dibantu oleh penulis cerita Daisuke Habara mampu meramu kisah nyata ini ke dalam sebuah film yang dramatis sekaligus terdapat unsur komedi di dalamnya. Tak heran jika film ini jadi favorit tontonan masyarakat Jepang.
Kerja keras sutradara yang sebelumnya  aktif membuat teen drama
dan film-film kehidupan orang Korea di Jepang ini,  berbuah penghargaan The Best Picture pada perhelatan Japan Academy Award 2007 dan sebagai salah satu wakil Jepang pada Ajang Piala Oscar untuk kategori  The Best Foreign Language Film.
Diterbitkan di: Januari 06, 2008
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5

Bookmark & share this post

.