Halaman Utama Shvoong > Seni & Humaniora > PESTA MUSIM SEMI

.

PESTA MUSIM SEMI

Pengarang : Cerita Rakyat
Summary by : Dongeng
Kunjungan : 64  kata: 600   Diterbitkan di: Desember 29, 2007
Sandra dan sally adalah dua gadis
cilik, yang tinggal bersama ayah dan ibunya dalam sebuah rumah mungil
dekat taman kota.
Setiap sore jika tak hujan, ibu akan
mengajak Sandra dan sally ke taman untuk memberi makan angsa-angsa
yang hidup ditelaga ditengah taman itu.
Setelah itu, jika tidak harus belanja,
ibu akan duduk-duduk di bangku taman. Sally dan Sandra bisa
bermain-main sepuasnya.
Mereka akan berkejar-kejaran, atau main
petak umpet , atau pura-pura jadi iibu yang sedang mendorong kereta
bayi. Tapi mereka selalu berhati-hati.tak sekali pun mereka merusak
tanaman yang ada atau membuang sampah sembarangan.
Suatu sore seperti biasa Sandra, Sally,
dan ibunya pergi ke taman itu, sampai dirumah, ibu memandikan mereka
dan menyuruh mereka makan malam. Kemudian setelah mengucapkan selamat
malam pada ayahnya kedua gadis cilik itu masuk ke kamar tidur.
Sebelum tidur, mereka masih diizinkan membuka-buka buku dongeng
sampai akhirnya ibu mematikan lampu dan mencium mereka satu persatu.
Kini kamar gelap. Beberapa saat
kemudian, gadis-gadis itu mengejapkan mata dan menjadi biasa melihat
dalam gelap. Mereka melihatkain gorden melampai-lambai. Ibu selalu
membiarkan jendela tetap terbuka supaya angin segar masuk ke dalam
kamar. Kemudian terjadilah sesuatu yang luar biasa.
Gorden tersibak. Seberkas sinar perak
menerangi kamar. Muncullah peri berbaju hijau, bersayap kemilau. Ia
berdiri ditengah kamar.
“Namaku kembang kacang,”katanya.
“Aku diutus untuk mengundangmu.”
“Ke mana?” Tanya Sandra.
“Kepesta musim semi,” jawab kembang
kacang.”pestanya asik dech.”
Waktu kembang kacang sedang bicara,
Sandra dan Sally melihat dinding kamar mereka menghilang, dan
tahu-tahu… keduanya sudah berada ditaman kembali.
Anehnya, keadaan di taman terang
menderang tidak gelap seperti di kamar mereka.
Seberkas sinar keemasan memancar luas,
menerangi keindahan taman. Kedua gadis cilik itu tak lagi mengenakan
piyama. Mereka mengenakan gaun indah yang terbuat dari rangkaian
bunga-bunga. Sandra dan Sally menari lincah bagaikan kembang-kembang
iduri ditiup angin.
Seorang wanita muda yang luar biasa
cantiknya memandangi mereka sambil tersenyum. “Akulah Dewi Musim
Semi,”katanya. “Kalian ku undang datang ke pestaku karena kalian
adalah gadis-gadis cilik yang baik.”
Setelah puas menari dan menyanyi,
Sandra dan Sally terjaga. Kata ibu itu cumin mimpi. Ibu takan
percaya! Aneh benar ibu kali ini!

Ringkasan lain tentang PESTA MUSIM SEMI
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------