Di kaki gunung yang
tinggi, ada sebuah
gua yang lebar
dan mengerikan. Hawa didalamnya
lembab dan apak.
Tak ada binatang yang tinggal disana. Tikus pun
tidak. Tak seorangpun tahu, berapa dalamnya gua itu.
Penduduk desa hanya tahu, bahwa lebih baik menghindari dari pada mendekati gua itu.
Kemudian, di hari pertama
musim semi, tahulah penduduk apa sebabnya gua itu kelihatan seram.
Pagi itu, ketika fajar merekah, dari dalam gua terdengar gaung yang
mengerikan. Tanah bergetar dan mengeluarkan seekor naga dari dalam
gua.
Penduduk desa yang
ketakutan berkumpul dirumah nenek yang paling tua didesa itu.
“Nenekku pernah
bercerita tentang naga itu,”kata wanita tertua didesa itu, “tapi
aku tak percaya. Kupikir nenek hanya menakut-nakuti aku, supaya aku
tak nakal. Menurut ceritanya, sekali dalam seratus tahun, naga itu
akan bangun,mencari mangsa. Baru setelah kenyang ia akan tidur untuk
seratus tahun lai.”
Semua merasa ngeri. Tapi
apa daya?
Sore harinya, seoarng
pengamen pengembara memasuki desa mereka, penduduk berkumpul
mendengarkan
lagu-lagunya yang indah. Mereka ingin menghilangkan
kengerian karna munculnya naga.
Diantara penduduk, ada dua
gadis petani. Kulitnya putih bagaikan salju dan suara mereka merdu
sekali. Belum pernah penduduk mendengar mereka bernyanyi, sebab tugas
mereka ditanah pertanian cukup sibuk.
Kini, diiringi si pengamen
pengembara, kedua gadis itu menyanyikan lagu yang indah-indah.
Si Pengembara tersenyum
dan berkata,”jangan kalian cemas. Gadis-gadis ini punya suara yang
merdu sekali. Biarlah mereka menyanyikan lagu nina bobo, sehingga
naga itu akan tertidur seratus tahun lagi.”
Dua gadia yang berani itu
pun segera pergi kekaki gunung dan menyanyikan lagu nina bobo.
Raungan sang naga berubah menjadi dengkur tenang. Dia masuk kembali
kedalam guanya. Penduduk desa selamat, berkat keberanian dua gadis
petani.
Ringkasan lain tentang GADIS PETANI DAN NAGA