Takut....
ketakutan.....rasa ngeri yang berlebihan ....ijinkan saya
berbagi sedikit mengenai hal ini karena sekeluar dari gereja, tiba-tiba
didatangi anjing dengan gonggongan yang keras. Wow....tiba-tiba dia
mengonggong dengan buasnya. Mau tahu reaksi saya? He he he, saya hanya
diam saja
dan berjalan secara perlahan. Tetapi, kalau saja saya tidak
pernah memelihara, dikejar dan digigit anjing waktu kecil.......saya
yakin reaksi saya tadi akan berbeda, yaitu teriak keras-keras sambil
berlari (hasilnya, bisa saja saya dikejar dan digigit). Ada gunanya
digigit anjing waktu kecil dibanding kalau sudah dewasa baru digigit,
betul tidak? Reaksi kita, ketakutan kita secara anehnya bisa dirasakan oleh seekor anjing. Jika kita merasa
Takut,lalu berteriak ketakutan
serta berlari....maka dia justru akan mengejar kita. Saya teringat juga
bahwa saya sering melihat anak-anak kecil yang menangis, teriak
ketakutan serta lari menjauhi anjing. Ketakutan yang ditunjukkan
langsung dihadapi oleh anjing yang justru semakin mengejar dan
mengonggonginya. Apa yang terjadi? Si anak kecil akan semakin
ketakutan, apalagi jika dia membayangkan gigitan anjing dengan giginya
yang tajam itu. Tidak jarang saya melihat anak kecil ketakutan berlari,
menangis sampai terjatuh....dan apa yang terjadi? Anjing itu berhenti
mengejar dan hanya mengonggong. Tanpa disadari, tindakan pasrah dan
keberanian tumbuh dalam diri anak kecil tersebut. Hal itu yang
membuat anjing tersebut berhenti mengejar dan mengintimidasi.
Saat kita ketakutan, bukan hanya bisa dirasakan oleh anjing saja,
sebab ada beberapa binatang yang juga berlaku sama. Mereka menggertak
kita, begitu kita ketakutan dan berlari....maka penilaian mereka
terhadap kita adalah benar sehingga mereka tidak akan segan-segan
mengejar kita. Seperti yang pernah saya saksikan film ''The God Must Be
Crazy II'', tentang dua anak kecil yang dikejar oleh binatang-binatang
buas tapi pengecut,karena mereka hanya
berani menyerang manusia kalau
beramai-ramai. Binatang ini juga menjadi lawan dari Simba dalam film
Lion King. Masih ingat kan nama binatang itu? Hyenna (benar tidak ya,
tulisnya seperti ini? Untuk sementara anggap ini benar sampai nanti ada
revisi ya). Di film itu kedua anak kecil berlari sekuat tenaga,
mencari tempat yang tinggi. Yang lucu adalah, para Hyenna itu berhenti
mengejar setelah kedua anak kecil tadi mengambil sebongkah kayu. Apa
yang dilakukan oleh kedua anak itu sehingga membuat Hyenna tidak
menyerang? Mereka tidak memukul Hyenna itu, tetapi mereka mengangkat
kayu itu di atas kepala mereka sehingga posisi mereka menjadi lebih
tinggi dari para Hyenna. Saya tidak tahu mengapa, tetapi hal itu
berhasil mengusir para Hyenna.
Teman-teman, sebenarnya dalam diri kita juga ada sisi Hyenna
tersebut. Terkadang kita berani saat beramai-ramai dalam menghadapi
sesuatu. Kita mengerjakan suatu proyek bersama-sama, tetapi seringkali
saat diberikan tugas individual kita merasa diri kita tidak mampu
melakukannya. Kita memiliki jiwa Hyenna dalam tubuh kita yang terlihat
garang tetapi pengecut. Tetapi, kita juga memiliki sisi keberanian
dalam diri kita. Seringkali kita tahu bahwa kalau kita memiliki
ketakutan, kita harus mengatasi ketakutan itu dengan cara melakukan hal
yang kita takuti tersebut. Saat kita takut gelap, kita justru harus
menghadapinya (itu sebabnya ada acara ''jurit malam'' saat kita pramuka
dulu). Saat kita takut berenang, kita harus terjun dan mencoba berenang
(tentunya lewat kolam yang dangkal dulu. Ah, kalau dangkal mah semua
orang juga yang berani. Kata siapa? Banyak teman-teman saya yang tidak
bisa berenang, mereka diajak untuk belajar meski di kolam dangkal pun
tidak berani. Mereka tidak bisa mengatasi Hyenna dalam diri mereka).
Saya bukan mengatakan bahwa saya adalah orang yang
pemberani. Tidak,
sama sekali tidak! Yang ingin saya sampaikan adalah bahwa takut itu
adalah suatu perasaan yang diciptakan Tuhan untuk kita, supaya kita
bist sampai hari ini. Tidak masuk akal kalau kita tidak merasa
takut saat menghadapi kebakaran. Jika tidak ada perasaan takut, kita
tidak akan menghindari hal-hal berbahaya dalam kehidupan kita. Rasa
takut itu ada dan harus ada, karena itu adalah perasaan yang memang
diciptakan untuk kita, tetapi rasa takut berlebihan itulah yang salah
dan tidak wajar atau phobia. Karena ketakutan yang berlebihan itu
justru akan menghambat kemajuan seseorang. Ketakutan berbicara di depan
umum, ketakutan menghadapi penolakan, takut untuk pacaran lagi atau
ketakutan lainnya.
Bagaimana cara untuk menghilangkan ketakutan yang berlebihan?
1. Sadari dan akui bahwa kita memang mengalami ketakutan itu.
Pengakuan ini penting karena inilah langkah pertama untuk mengatasi perasaan takut kita.
2. Menghadapi rasa takut itu sendiri. Ada 3 tipikal orang yang menghadapi rasa takut, ada yang menghindari ketakutan itu.
(
jadi kalau takut berenang, tidak berani mendekati kolam renang sama sekali). Ada juga yang menghadapi dengan gagah
berani tanpa rasa khawatir sama sekali (jadi kalau takut berenang, dia malah langsung ke kolam renang terjunke dalamnya).
Tetapi yang baik tentu saja, menghadapi rasa takut itu tetapi lewat bantuan orang lain supaya keberhasilan kita lebih tinggi.
3. Hubungi seorang yang ahli atau mereka yang anda tahu juga sudah mengatasi rasa takut mereka. Jika anda takut berbicara
di depan umum, tanyakan dan belajar kepada mereka yang juga seperti itu pada awalnya. (contoh: saya sendiri juga
mengalami ketakutan untuk berbicara di depan umum, tetapi saya belajar kepada mereka yang mengatasi ketakutan mereka.
Hasilnya saya menjadi bisa dan berani untuk berbicara di depan umum meskipun diminta secara mendadak)
4. Sadari juga bahwa kita adalah manusia yang berani selama ini. Tidak percaya? Mari kita lihat bersama keberanian kita
selama ini. Kita makan di warung..tetapi pernah tidak kita test racun
terlebih dahulu? Kita pergi beli minum di warteg, pernah
tidak kita test dulu minuman itu? Tidak, kita makan dan minum secara langsung, kalau bukan orang yang berani aka tidak
mungkin kita lakukan semua itu bukan? Begitu juga waktu kita masih kecil kita merangkak, kita berdiri dan berjalan meskipun
kita tahu bisa saja jatuh dan sebagainya. Tetapi meski tahu semua resiko itu kita tetap melakukannya. Bukankah kita adalah
orang yang pemberani?
Langkah terakhir adalah berdoa kepada Tuhan yang telah menciptakan kita, sebab Tuhan tidak menciptakan kita untuk selalu
hidup dalam suasana ketakutan dan kekhawatirkan. Malah kita selalu diminta jangan takut dan khawatir.
Selamat mengatasi rasa takut anda!
Ringkasan lain tentang Fear a.k.a Ketakutan