Bukan soal bagaimana menghindari godaan, bagaimana menghindari dosa,
bukan pula soal bagaimana melakukan ibadah yang
baik (karena saya belum
layak untuk sharing soal itu dengan anda semuanya), tetapi saya akan
sharing sedikit soal apa yang saya ketahui mengenai godaan. Ada banyak
alasan mengapa kita selalu terjebak dengan dosa yang sama (yang sekali
lagi, diawali dengan sebuah temptation/godaan). Saking seringnya kita
terjebak dengan dosa yang sama, kita akhirnya berpikir kita sungguh
bodoh sampai terjebak terus di lubang yang sama. Gimana gak bodoh,
kalau ada pepatah yang mengatakan bahwa ''hanya seekor keledai yang akan
terperosok ke lubang yang sama''.....maka saya lebih bodoh dari seekor
keledai karena sering banget terjebak dan terperosok ke dosa yang sama.
Nah.....mudah-mudahan dengan mengetahui apa alasan yang membuat
kita sering terjebak ke lubang yang sama, kita bisa menghindari minimal
godaan yang muncul...sehingga dosa kita pun menjadi semakin kecil.
Doakan saya dan mari kita saling mendoakan...okay? Alasannya :
Godaan itu selalu ''menyenangkan'' bagi kita. Karena jelas, kalau
menyakitkan kita, kita tidak akan pernah tergoda....bukankah begitu?
Kita sering mendengar ada pepatah yang mengatakan bahwa''obat yang
manjur adalah obat yang pahit'', ''bersakit-sakit dahulu bersenang-senang
kemudian'', ''sedia payung sebelum hujan'' dan sebagainya. Jujur saja, itu
semua tidak enak bukan? Sehingg minum obat yang pahit, bersakit-sakit
dahulu atau sedia payung lebih dulu padahal belum hujan...tidak akan
kita lakukan, sampai akhirnya kita telah terlambat. Nah, untuk tahu
tentang ini, kita harus mengetahui bahwa ''kalau awalnya
manis...ujung-ujungnya pahit.....tetapi apa yang awalnya
pahit...ujung-ujungnya manis''. Pacaran yang sehat itu perlu....tetapi
pacaran yang ''over'' itu lebih manis lagi....sehingga akhirnya banyak
yang over......dan berakhir dengan kepahitan. Benar kan?Selain karena manis, alasan kenapa kita sering berakhir di dosa
yang sama, adalah karena kita sebagai manusia merupakan makhluk hidup
yang senang akan kerutinan sehingga sulit untuk
berubah(pasti banyak
yang protes, tetapi tidak apa-apa kok...kan demokrasi). Mengapa saya
katakan kita senang dengan rutinitas...okay mari kita lihat bersama.
Bagi anda yang masih sekolah atau kuliah ataupun dah kerja.....saat
kita masuk ke toilet....(bagi pria akan selalu mencari urinair favorit
yang sama-->biasanya yang letaknya paling ujung, kita pindah urinair
hanya karena terpaksa
, sedangkan
bagi wanita..saya kurang tahu....tapi mungkin juga ada seperti itu).
Kita cenderung senang memilih jalur yang tetap sama selama kita
berangkat kerja atau kuliah, mencari tempat parkir yang sama, memesan
menu yang sama di restoran favorit kita, dan sebagainya. Alasan lainnya mengapa kita sering jatuh di tempat yang sama,
adalah karena godaan itu muncul lewat hal-hal kecil yang kita kurang
sadari setipa harinya. Sehingga tiba-tiba kita sudah sangat terlambat
untuk lepas dari godaan itu........n......jadi dosa lagi deh. Seringkali godaan yang muncul itu
tidak terlalu besar di awal, tetapi makin lama makin terbiasa n
akhirnya....wow! Telat deh. Contoh misalkan: waktu SD kita jarang
mencontek(bahkan tidak pernah mencontek), tetapi saat kita masuk SMP
(godaan itu mulai muncul, tidak tahu mengapa tapi godaan mencontek itu
selalu berawal dari SMP, am i right?). Awal mencontek, tidak karuan
hati kita....jantung deg-degan, hati berdebar-debar....takut ketahuan
guru di satu sisi...di sisi lain merasa bersalah, karena kita tahu
mencontek itu perbuatan yang tidak baik. Pengalaman pertama, diikuti
pengalaman kedua, ketiga, keempat dan seterusnya...bahkan sampai kita
SMU, Kuliah, mencontek itu menjadi sebuah kebiasaan yang seakan-akan
''kurang lengkap nih kalau kita tidak mencontek...padahal kita tanpa
mencontek itu bisa mendapatkan nilai yang baik. Tetapi karena kitontek....membuat kita terus terperosok ke
sana. Memangnya mencontek, dosa? He eh..karena kita mendapatkan milik
orang lain dengan cara curang....tetapi kalau sikap itu kita
pelihara...apa yang terjadi....begitu kita sudah besar dan bekerja,
kita mulai melakukan korupsi kecil-kecilan, sebagai pengusaha kita
mulai kegiatan membajak (piracy bo...kalau membajak sawah sih tidak
masalah) baik model, tipe, nama produk dan sebagainya. N saya orang
pertama yang percaya bahwa orang yang membobol bank BNI lewat kredit
macet itu, pasti gerombolan yang suka mencontek sejak kecil.
Ups......tapi tidak semua loh ya...buktinya ada yang suka mencontek
dulu, tapi sekarang menjadi orang yang jujur.
Nah kalau kita sudah tahu apa saja yang membuat kita terperangkap
dengan dosa yang sama...apa yang harus kita lakukan? Mudah, kita HARUS
SEGERA BERUBAH! Bagaimana cara untuk berubah, apa saya bisa berubah?
MUDAH! YANG PALING PENTING ADALAH MAU UNTUK BERUBAH. MAU itulah yang
paling penting, karena untuk urusan bisa berubah atau tidak, bisa kita
usahakan setelah itu. Karena begitu kita tidak mau berubah, maka
selamanya kita berada di lubang itu terus menerus. Langkah kedua
setelah MAU BERUBAH adalah PAKSA diri kita untuk BERUBAH secara
EXTREME! Mau berubah jangan separuh-paruh...langsung berubah drastis!
Memang sih enak buat diomongkan, tapi sulit dilaksanakan. Apalagi
begitu kita berkomitmen berubah total, banyak orang akan menarik kita
kembali ke diri kita sebelumnya. Contoh: bagi teman-teman yang muslim
dan jarang sholat (maka langsung lakukan sholat 5 waktu, jangan cuman
milih jam-jam yang kita bisa, hanya karena malas bangun pagi), begitu
juga buat rekan-rekan umat Kristiani (ayo..bangun pagi dan ikut MIsa
pagi, jangan malas untuk bangun pagi...karena malas itu juga dosa
loh.....:P), juga buat teman-teman yang beragama Budha dan
Hindu.....sama saja..okay?
Dan langkah terakhir adalah, TERUS BERUSAHA UNTUK BERUBAH meskipun
mungkin sesekali kita terjatuh kembali ke dosa itu. Namanya juga
manusia, bukan dewa atau Tuhan, jadi wajar kalau kita masih terjebak.
Tapi ingat, sesekali itu namanya khilaf....tapi kalau sering namanya
hobi.....jadi kalau khilaf tidak masalah tapi jangan sampai jadi hobi
dosa......gawat bo...
N terakhir, mudah-mudahan apa yang saya sharingkan ini bisa menjadi
amal perbuatan baik saya sehingga bisa sedikit bertambah dan membuat
keseimbangan antara dosa dan amal saya menjadi lebih berat di
amal....AMIN!
Nah.....khilaf.....atau hobikah anda?