''
Hidup ini seperti kita mengemudi
mobil, pandangan lurus dan fokus ke depan sambil sesekali melihat kaca
spion(ke belakang)''
Saya teringat dengan kutipan itu karena sekitar 2 minggu yang lalu,
saya menemani seorang sepupu saya yang baru belajar membawa mobil
barunya ke kelapa gading. Ayolah, guys....anda semua tahu kan seberapa
panik dan was-wasnya kita pertama kali membawa mobil sendiri?
Sepertinya, capek sekali...karena kita harus mengingat dan
memperhatikan begitu banyak hal..pandangan ke depan, lihat spion,
nyalakan lampu sign kalau mau berbelok, perlambat laju mobil jika mau
membelok,
jangan sampai terlalu dekat baru menginjak rem dan
sebagainya. Jujur saja pertama kali saya membawa mobil juga penuh
dengan ketegangan seperti itu.
Tetapi saya menyadari bahwa, menemani orang yang membawa mobil itu
juga jauh lebih menegangkan dan lebih banyak mengeluarkan energi, sebab
kita harus menjaga ketenangan di wajah dan suara kita, tetapi
sekaligus menahan ketegangan karena mobil mati mesin di tengah jalan
dan sedang diklakson orang lain. Wuih......full petualangan...dan
dengan isengnya saya bilang ke sepupu ''kayanya, naik mobil ini lebih
banyak makan kalori dibandingkan lari treadmill sejam....(sorry
girl.....no hard feelings)'' . Itu juga yang menjadi alasan mengapa dia
membeli mobil sendiri, yaitu supaya bisa sering membawa mobil, jadi
meskipun menabrak atau menyenggol orang,
tidak panjang urusannya
dibanding pakai mobil saudara.
Sepanjang perjalanan kita harus melihat ke depan, ke spion,
terkadang terlalu lama lihat spion lupa lihat ke depan...(serem kan?).
Padahal begitu kita telah menguasai cara membawa mobil, seringkali itu
hanya menjadi terbiasa dan bahkan bisa menyetir sambil tidak terlalu
konsen. Saya tahu, sudah banyak blogs atau bahasan mengenai cara yang
satu ini, tapi jujur saja...seringkali kita lupa dengan filosofi yang
sangat sederhana ini.
Saat kita sedang melaju dalam kehidupan kita ini, kita memang harus
berfokus dan berpandangan ke depan....mencari cara bagaimana untuk
mewujudkan masa depan dan impian kita....tetapi sekaligus kita harus
sesekali melihat ke belakang, melihat apa yang sudah kita lakukan dan
kita capai selama ini. Dengan begitu, paling tidak.....meskipun impian
kita belum berhasil kita wujudkan saat ini, kita masih bisa bersyukur
karena kita juga telah melihat apa yang telah kita capai sampai hari
ini. Dengan bercermin pada keberhasilan kita di masa lalu, minimal itu
akan membangkitkan
semangat dan gairah kita untuk mengejar impian kita
yang masih belum terwujud ini.
Bagaimana dengan anda, sudah siapkah untuk melajukan mobil anda saat ini?
Gentlemen.....start ur engines!
Ringkasan lain tentang Membawa Mobil