Takdir a.k.a Nasib
Summary ratings: 3 stars
(xx voters)
Kunjungan:
73
kata:
600
Diterbitkan di: Nopember 29, 2007
Apakah anda percaya kepada yang namanya destiny? Entah yang disebut
orang sebagai takdir atau nasib. Terserah deh orang yang menyebutnya.
Ada juga yang menyebutnya sebagai sebuah kebetulan, n so on.
Saya pribadi, percaya bahwa segala sesuatu yang terjadi di dunia ini
bukanlah karena kebetulan. Saya yakin bahwa segala yang terjadi adalah
karena campur tangan Tuhan sang Pencipta. Baik karena terjadi hal-hal
baik dalam kehidupan kita yang kita sebut sebagai ''karunia'' ''anugerah''
''berkat'' ,dll atau pun hal-hal yang pada saat kita mengalami, kita
menyebutnya sebagai nasib buruk. Mengapa saya menyebut pada saat
kejadian karena seringkali terjadi, setelah lewat beberapa saat, kita
baru menyadari bahwa semua itu terjadi, ternyata sangat bagus dan baik
untuk kita. Misalnya, kita diputusin sama pacar kita.....awal pasti
sangat sedih sekali, apalagi kalau kita sangat menyayangi dia,
memberikan hati kita untuk dia dan sebagainya. Seringkali saat itu
terjadi, kita sangat sedih, kecewa, merasa mengapa hal itu bisa
terjadi. Setelah beberapa bulan kemudian baru kita bisa merasakan bahwa
ternyata setelah putus dengan dia, hidup kita menjadi lebih baik.
Apalagi kemudian kalau kita mendapatkan pacar baru yang lebih baik dari
dia. Kita malah berpikir.....untung yah, kita diputuskan waktu itu.
See? Thank Lord for that.
Tiba-tiba ingin bicara soal destiny ini karena, saya tanpa sengaja
bertemu kembali dengan salah seorang teman SD yang sudah sekian belas
tahun tidak bertemu. Padahal sudah beberapa kali bertemu muka, tapi
tidak pernah terbersit kalau dia teman SDku. Saya bertemu dengan dia,
karena saya mengikuti pelajaran untuk ambil Sakramen Krisma, with my
girl. Dan temanku ternyata duduk persis di depan kursi, sempat bicara,
tapi tidak terbersit kalau dia itu teman SD, oh My......
Sampai tadi, setelah ikut Misa Jumat Pertama, baru tiba-tiba
teringat, n saat bicara ternyata benar.....she is my elementary
school''s friend. Jadi sempat ngobrol n mengenang masa lalu
bentar...hehehhehe. Saya juga bertemu dengan teman SD saya lewat
Friendster tercinta....as long as i know...he is the only one that use
internet and fs.....(where are the others????)
Apakah pertemuan itu hanya sebuah kebetulan? Saya yakin bukan,
karena SD saya ada di daerah Singkawang...sedangkan ini adalah Jakarta.
Sudah lama tidak bertemu, tapi ternyata masih bisa mengingat sedikit
masa laluku. Apalagi sebelum bertemu ini, saya sempat pulang ke
SIngkawang, dan pergi ke pasar. Di sana saya teringat bahwa rumahnya
dekat daerah sana, sempat bertanya ke adik saya kira-kira dia masih
tinggal di sana tidak ya? Ternyata yang menjawab adalah Tuhan, sebab
langsung dipertemukan dengan orangnya.
Ini yang saya sebut dengan destiny. Tidak ada yang namanya nasib
jelek, nasib sial dan sebagainya. Jika saat itu, kita mengalami kondisi
kurang nyaman menurut kita (yang sering kita sebut sebagai cobaan,
musibah, dkk), ingatlah prinsip....setelah musim dingin pasti akan
muncul musim semi. Begitu juga jika kita mengalami kondisi musim semi
ini, ingatlah untuk bersyukur......dan selalu perhatikan bahwa musim
dingin akan datang menggantikan musim semi kita.
Apa yang bisa kita lakukan? Selalulah
bersyukur.....bersyukur.....dan bersyukur........dan jangan
lupa......selalu bersikap baik dan positif terhadap semua orang, sebab
kita tidak akan pernah tahu bagaimana kita akan bertemu dan
berinteraksi lagi dengan mereka. So........apakah anda sudah siap
menjalani takdir anda?