Halaman Utama Shvoong > Seni & Humaniora > Berhenti Sejenak

.

Berhenti Sejenak

Summary by : Leonardus
Kunjungan : 45  kata: 600   Diterbitkan di: Nopember 29, 2007
Hai, kita bertemu lagi. Saya ingin bertanya," apakah anda sudah
pernah meluangkan waktu untuk berjalan kaki? Bukan berolahraga loh ya,
tapi berjalan kaki dari suatu tempat ke tempat tujuan anda.......yah
tidak terlalu jauh sih, cuman sekitar 3km."

Saya kemarin melakukan hal itu, jadi setelah memasukkan mobil saya
ke bengkel Isuzu di Yos Sudarso, saya berjalan kaki ke Gramedia, bukan
Gramedia Arta Gading yang tinggal menyebrang itu tapi saya berjalan ke
Gramedia Sunter Mall. Itu terjadi pada pukul 11 siang,  dengan
mengenakan bau rapi, sepatu dan tas laptop di tangan saya. Banyak
tukang ojek yang menawarkan jasanya, tapi saya menolak halus, tersenyum
dan mengatakan bahwa saya memilih untuk berjalan kaki.

Tahukah anda? Ternyata berjalan kaki di kawasan Jakarta itu SUNGGUH
BERBAHAYA??? Saya sudah berusaha untuk berjalan di tepi sekali, tapi
beberapa kali mobil yang lewat melaju dengan cepat di samping saya.
WEW! Hanya berkat perlindungan Tuhan Yang Maha Esa, saya bisa
selamat sampai tujuan. Tapi bukan itu yang akan saya bagikan untuk anda
semua, tapi mengenai perjalanan itu sendiri. Saya beberapa kali tergoda
untuk menumpang kendaraan umum yang lewat, tapi sekali itu muncul saya
ingat kembali tekad saya untuk berjalan kaki itu. Memang tidak mudah
bagi kita yang sering menaiki kendaraan tiba-tiba kita harus berjalan
kaki. Kakiterasa sangat pegal, keringatan menetes tidak karuan,debu
menempel di sepatu dan celana dan napas menjadi tersengal-sengal. Tapi
yang tidak mengenakkan adalah pandangan orang lain terhadap kita yang
sedang memakai baju keren-kerennya, eh tidak mampu keluar ongkos bis
untuk naik kendaraan. Awal perasaan itu lebih menyerang dan membuat
tidak enak  dibandingkan keringat yang bercucuran.

Tapi saya ingatkan diri kembali untuk tetap berjalan
kaki......tumben saya punya tekad sekuat itu, hehehehehhe. Setelah saya
berjalan dengan gagah beraninya, perasaan malu itu hilang bahkan
berganti dengan bangga, sebab tidak mungkin adaorang yang memiliki
mobil atau motor dan memilih untuk berjalan kaki sejauh 3 km. Itu kan
dekat? (mungkin anda berpikir seperti itu?)

Coba berjalan sejauh 3 km di siang hari, dan kalau anda berhasil
melaluinya baru anda mengatakan itu dekat, maka salut untuk anda,Tapi jika anda belum pernah melakukan perjalanan tersebut dan mengatakan bahwa itu dekat, maka anda termasuk tipe orang yanghanya
bisa NATO (No Action Talk Only) serta termasuk tipe orang yang
meremehkan segala sesuatunya. Untuk apa saya melakukan  itu? (Mungkin
ini sanggahan anda yang kedua).

Saya hanya ingin mengatakan kepada anda, bahwa perjalanan tersebut
sangat istimewa. Sepanjang perjalanan saya bernyanyi, bersiul dan
tersenyum. MEski keringat bercucuran tidak masalah, karena saya MEMILIH
untuk melakukanperjalanan itu bukan karena dipaksa. Saya yakin
kalau saya terpaksa berjalan kaki sejauh 3 km, tentu saja sangat
berbeda dibandingkan perjalanan saya kemarin itu. Sungguh mengasyikkan.
Saya baru sadar bahwa selama ini saya telah melalui jalan yang sama
tapi tidak pernah sekalipun saya memperhatikan pemandangan yang ada.
Bagaimana keadaan kali di tengah jalan, bagaim,ana debu yang begitu
banyak serta bagaimana pemandangan orang yang terbaring di pinggir
jalan. BUset....ternyata selama ini saya sudah begitu cepat melewati
itu semua dan bahkan tidak pernah berhenti untuk menikmati keindahan
ciptaan Tuhan. Pantas selama ini saya merasakan ada yang hampa di
kehidupan saya, ternyata karena selama ini saya berjalan begitu
cepatnya sampai tidak pernah menyadari kehidupan orang lain.

Apakah anda berjalan terlalu cepat atau terburu-buru? Bisakah anda berhenti sejenak dan memperhatikan semua yang lainnya???

Ringkasan lain tentang Berhenti Sejenak
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Tambahkan komentar Anda Tidak ada komentar

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------