Ketik
REG POL KIRIM
Ke 9858 (TELKOMSEL, INDOSAT, XL, FLEXI, FREN &
THREE) | Ketik REG NAS KIRIM ke 9858 (TELKOMSEL, INDOSAT, XL,
FLEXI, FREN, & THREE) | Ketik REG HLKOMPAS kirim ke 9858
(TELKOMSEL, INDOSAT, XL, FLEXI, FREN, & THREE)
Kerja sama:
Manusia Akar Gegerkan Dunia
KOTA,
WARTA KOTA - Dede si ’Manusia Akar’ asal Cililin Kabupaten Bandung,
Jawa Barat, mengundang perhatian dunia. Sebuah lembaga
di AS
dan Inggris dikabarkan berminat mengobati Dede di negara mereka. Dokter
asal Amerika Serikat, Anthony Gaspari, mengatakan pihaknya berminat
untuk membawa Dede ke negerinya. Yang diperlukan oleh dia adalah
kemudahan perizinan seperti paspor, visa, dsb.
Namun Kepala Pusat Komunikasi Publik Departemen Kesehatan (Depkes),
Lily Sriwahyuni Sulistiyowati, mengatakan Depkes tidak
akan memberi
izin kepada pihak mana pun yang akan membawa Dede ka luar negeri.
Pasalnya, penyakit Dede adalah spesimen penyakit yang memang perlu
diteliti oleh ahli kesehatan Indonesia.
"Kami jelas tidak akan memberikan izin kepada mereka (ahli medis AS)
untuk membawa Dede ke AS. Lagipula
orang seperti Dede yang tinggal di
kampung tentunya tidak akan mau dibawa apalagi diambil sampel darahnya.
Biasanya orang kampung tidak sembarangan memberikan izin memberikan
pengetesan darah kepada orang asing," imbuh Lily.
Lily menegaskan, sebelum munculnya pemberitaan tentang Dede, ada
sejumlah ahli medis asing yang ingin menemui Dede guna melakukan
penelitian. Tapi pihak Depkes tidak memberikan izin. "Kami akan kirim
tim Litbang Depkes untuk memeriksa atau mengambil sampel darah Dede
untuk mengetahui penyakit apa yang diderita Dede," ucapnya.
Menurut Lily secepatnya sebuah tim Depkes akan menemui Dede dan
memeriksa darahnya. "Tapi untuk melakukan itu kan perlu waktu dan kalau
diceritakan pastinya akan panjang," jelas Lily yang dihubungi Warta
Kota via ponselnya, Senin (19/11) malam. Saat ini Lily mengaku sedang
berada di Denpasar untuk suatu keperluan kerja.
Lily mengatakan untuk mengetahui penyakit yang diderita Dede
tentunya membutuhkan waktu dan langkah medis yang sungguh-sungguh. Saat
ini yang dilakukan Depkes adalah mengumpulkan medical record Dede.
Antara lain, kata Lily, Dede pernah menjalani perawatan di RS Hasan
Sadikin, Bandung. Karena itu, Lily sedang mencari tahu penyebab
sakitnya Dede, jenis darah, dan penyakit apa saja yang pernah diderita
Dede.
Di tepi Saguling
Hanny Purwanto, pemilik Hanny Enterprise yang pernah membawa Dede ke
panggung pertunjukkan di Bandung dan Taman Mini Indonesia Indah (TMII),
Jakarta, mengaku heran karena mendadak banyak orang yang memerhatikan
Dede. "Hari ini saya menerima telepon dari sejumlah televisi yang akan
mengunjungi Dede," katanya. Selain itu, ada belasan koran dan radio
yang menyampaikan keinginan yang sama.
Padahal, ketika Dede dia tampilkan di panggung baik di TMII maupun
di Gedung Dezon Bandung dalam acara Gempar yakni parade paranormal tak
ada pengunjung yang menaruh perhatian kepada Dede. "Paling meminta foto
bareng
dengan dia, cuma itu saja," kata dia.
Menurut Hanny, Dede tinggal di daerah Cililin, Kabupaten Bandung.
"Kampung atau desanya saya lupa, tetapi di pinggir Saguling," katanya.
Dari Rajamandala, Kabupaten Bandung, tempat tinggal Dede bisa dicapai
dalam waktu satu jam. Dia tinggal di sebuah gubuk ditemani dua anaknya.
Dede sudah tidak beristri karena sang istri meninggalkannya. Penyakit
itu diderita Dede sejak belasan tahun lalu.
Di acara Gempar itu, kata Hanny, Dede bergabung dengan sembilan
manusia langka lainnya yakni Brajakeling, Brajadenta, Brajapati,
Jangkung, Genderuwo, Rosyid Monas, Nyi Jebleh, Trembilung, dan Dawala
yang hadir bersama pawangnya, Nyi Dewi. Pengunjung Gempar saat itu
dapat berfoto bersama bahkan bercakap-cakap dengan ke-10 manusia
supralangka (istilah Hanny) dan membawa fotonya sebagai cinderamata.
Dikontrak televisi
Beberapa bulan setelah acara Gempar, sebuah televisi dari London
yakni Fox London menghubungi Hanny. "Saat itu, Fox meminta izin saya
untuk membuat film yang akan ditayangkan Discovery Channel terkait
manusia-manusia supralangka ini. Saya akhirnya menghubungkan Dede
dengan Fox karena Dede memang tak mau bertemu mereka kecuali saya
temani," katanya.
Saat ini, kata Hanny, Dede masih terikat kontrak dengan Fox dan
kontrak itu berakhir Januari 2008. "Jadi ada enam episode yang harus
dijalani Dede sesuai dengan kontraknya," kata Hanny.
Hanny mengaku kedekatannya dengan Dede berawal dari
ketidaksengajaan. Sedangkan ide menampilkan Dede di panggung
pertunjukan berawal dari sebuah pertemuan Hanny dengan teman-temannya.
Di pertemuan itu, dia bercerita soal kehidupan orang-orang yang
mengalami kelainan seperti Dede. "Mereka seperti sudah kehilangan
semangat hidup," katanya.
Dengan niat mengembalikan semangat hidup, Hanny kemudian merancang
acara di mana orang-orang seperti Dede dapat tampil dengan bangga di
depan umum sebagai seorang entertainer. Pelan tapi pasti acara itu
terwujud, hingga mereka bukan saja kembali percaya diri dan menerima
keadaannya dengan ikhlas, tapi juga mampu menghasilkan uang untuk diri
mereka sendiri sebagai seorang entertainer. (get)
Ringkasan lain tentang Manusia Akar Gegerkan Dunia