.
“Ge-er” dalam Beribadah
Terus terang, aku pernah jatuh cinta. Dan ketika itu, segala cara kutempuh untuk merebut perhatian dan cinta dari yang kucintai itu. Bahkan lebih dari itu yang terjadi. Akupun merasa bahwa apa saja yang aku perbuat mendapat perhatiannya. Semua kejadian selalu aku tafsirkan di dalam hubunganku dengan yang aku cintai itu. Orang bilang itu yang namanya “Ge-er”, alias Gede Rasa, alias Gede Rumongso.
Agaknya perasaan itu pula -di samping sebab-sebab lain- yang mengidap pada sekelompok orang yang mengaku cinta kepada ALLAH, sebagaimana diceritakan oleh Al Hasan Al Bashry itu. Mereka merasa cinta dan dicintai ALLAH, padahal bukan begitu cara mencintai dan mengundang cinta-ALLAH
Alangkah konyol bahkan celakanya aku, jika berlaku kepada ALLAH sebagaimana kelakuanku kepada orang yang pernah aku cintai, semata-mata didasari oleh perasaan. Dan aku tahu bahwa “Ge-er” ini tidak sama dengan Khusnudz-Dzonn billah (berbaik sangka kepada ALLAH). Karena yang pertama dilandasi hawa nafsu, sedang yang ke-dua dilandasi ilmu.
Diterbitkan di:
Nopember 24, 2007
Ringkasan lain oleh sefrizal
More