Halaman Utama Shvoong > Kemanusiaan > Peleburan Sempurna Ke Dalam Tuhan - 3 (Finish)

.

Peleburan Sempurna Ke Dalam Tuhan - 3 (Finish)

Summary rating: 5 stars 3 Tinjauan
Pengarang : Eri Yulikhsan
Summary by : e_Live
Kunjungan: 101
kata: 600
Diterbitkan di: Oktober 06, 2007
“Engkau yang kuinginkan,” jawabku. “Karena Engkau lebih baik dari kelimpahan, lebih dari kemurahan dan melalui Engkau telah kudapatkan kepuasan di dalam Engkau. Karena Engaku adalah milikku, telah kugulung catatan-catatan kelimpahan dan kemurahan. Janganlah Engkau jauhkan aku dari-Mu dan janganlah Engkau berikan kepadaku sesuatu yang lebih rendah dari pada Engkau.”
Beberapa lama DIA tidak menjawab. Kemudian sambil meletakkan mahkota kemurahan hati ke atas kepalaku, berkatalah Dia, “Kebenaranlah yang engkau ucapkan dan realitaslah yang engkau cari, karena itu engkau menyaksikan dan mendengarkan kebenaran.”
“Jika aku telah melihat, melalui Engkaulah aku melihat, dan jika aku telah mendengar, melalui Engkaulah aku mendengar. Setelah Engkau, barulah aku mendengar,” kataku pula.
Kemudian kuucapkan berbagai pujian kepada-Nya. Karena itu Dia hadiahkan kepadaku sayap keagungan, sehingga aku dapat melayang-layang memandangi alam kebesaran-Nya dan hal-hal yang menakjubkan dari ciptaan-Nya. Karena Dia mengetahui kelemahanku dan apa-apa yang kubutuhkan, maka Dia menguatkan diriku dengan kekuatan-Nya sendiri dan mendandani diriku dengan perhiasan-perhiasan-Nya sendiri.
Dia menaruh mahkota kemurahan hati di atas kepalaku dan membuka pintu istana peleburan untukku. Setelah melihat betapa sifat-sifatku lebur kedalam sifat-sifat-Nya dihadiahkan-Nya kepadaku sebuah nama dari hadirat-Nya sendiri dan berkata-kata kepadaku dalam wujud-Nya sendiri. Maka terciptalah keleburan dan musnahlah perpisahan.
“Kepuasan Kami adalah kepuasanmu,” kata-Nya. “Dan kepuasanmu adalah kepuasan Kami. Ucapan-ucapanmu tak mengandung kecemaran dan tak seorangpun akan menghukummu karena ke-AKU-anmu.”
Kemudian Dia menyuruhku untuk merasakan hujaman rasa cemburu dan setelah itu Dia menghidupkanku kembali. Dari dalam api pengujian itu aku keluar dalam keadaan bersih, suci. Kemudian Dia bertanya, “Siapakah yang memiliki kerajaan ini?”
“Engkau,” jawabku.
“Siapakah yang memiliki kekuasaan dan kehendak?”
“Engkau,” jawabku.
Karena jawaban-jawaban itu persis seperti yang didengarkan pada awal penciptaan, maka ditunjukkan-Nya kepadaku, betapa jika bukan karena belas kasih-Nya alam semesta tidak akan pernah tenang, dan jika bukan karena cinta-Nya segala sesuatu telah dibinasakan oleh ke-MAHA Perkasaan-Nya. Dia memandangku dengan mata Yang Maha Melihat melalui medium Yang Maha Memaksa, dan segala sesuatu mengenai diriku sirna tak terlihat.
Di dalam kemabukan itu setiap lembah kuterjuni. Kulumatkan tubuhku ke dalam setiap wadah gejolak api cemburu, kupacu kuda perburuan di dalam hutan belantara yang luas. Kutemukan bahwa tidak ada yang lebih baik daripada ke-papaan dan ketidakberdayaan. Tiada pelita yang lebih terang daripada keheningan dan tiada kata-kata yang lebih merdu daripada kebisuan.
Aku menghuni istana keheningan, aku mengenakan pakaian ketabahan, sehingga segala masalah terlihat sampai keakar-akarnya. Dia melihat betapa jasmani dan rohaniku bersih dari kilasan hawa nafsu, kemudian dibukakan-Nya pintu kedamaian di dalam dadaku yang kelam dan diberikan-Nya kepadaku lidah keselamatan dan ketauhidan.
Kini telah kumiliki sebuah lidah rahmat nan abadi, sebuah hati yang memancarkan Nur Illahi, dan mata yang telah ditempa oleh tangan-Nya sendiri. Karena Dialah aku berbicara dan dengan kekuasaan-Nyalah aku memegang. Karena melalui  Dia aku hidup, maka tidak akan pernah mati. Karena talah mencapai tingkat keluhuran ini maka isyaratku adalah abadi, ucapanku berlaku untuk selama-lamanya, lidahku adalah lidah tauhid dan ruhku adalah keselamatan.
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Please sign in to add your comment Total comments in this abstract : 1

Komentar

Showing 1 out of 1   Please sign in to add your comment
  1. peleburan sempurna

    jajang

    28 Nopember 2007

    dialog yang bagus, tersirat kerendahan hati dan kedalaman spiritual. Diberkatilah anda selalu, sebarkanlah selalu cahayamu ke sekitar, jangan pernah berhenti, jangan gentar, terus maju menatap kedepan, menuju Peleburan Abadi

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.