Halaman Utama Shvoong > Kemanusiaan > Menghindari Anak Menjadi Pelaku "Bullying"

.

Menghindari Anak Menjadi Pelaku "Bullying"

Summary rating: 4 stars 4 Tinjauan
Pengarang : Grandfa
Summary by : grandfa
Kunjungan: 284
kata: 300
Diterbitkan di: September 24, 2007
Tindakan bullying, yaitu perbuatan yang menyakiti seseorang atau sekelompok orang baik dalam bentuk kekerasan fisik, verbal, ataupun psikologis kerap kali sulit dihindari dalam sebuah lingkungan sosial. Tindakan ini bisa dengan mudah dikenali, diantaranya adalah intimidasi, pelecehan, diskriminasi, pengucilan, ejekan, kekerasan secara fisik dan mental yang dilakukan terhadap orang lain.Hal inipun menyita perhatian banyak kalangan, mengingat bullying dapat memberikan dampak buruk bagi perkembangan psikologis anak, terutama jika hal tersebut terjadi di lingkungan sekolah. Anak yang menjadi korban bullying umumnya akan terlihat enggan pergi ke sekolah, terlihat muram, prestasi akademik yang menurun, dan lain-lain. Meski hal ini bisa jadi disebabkan oleh hal lain, tak ada salahnya menilik penyebab masalah untuk mengantisipasi adanya tindakan bullying pada anak.Yang perlu diperhatikan adalah bagaimana jika pelaku bullying adalah anak Anda sendiri?Patut disadari, keluarga berperan penting dalam proses pembentukan karakter anak, mengingat ditahap-tahap awal perkembangannya, anak melakukan proses meniru dari orang-orang terdekatnya. Situasi di rumah yang positif, hangat, dan saling menghormati secara tidak langsung akan membentuk anak menjadi pribadi yang demikian.Lain halnya jika di rumah kerap terjadi konflik kekerasan, dan permusuhan, dimana anak akan mempelajari perilaku bullying lewat konflik-konflik yang terjadi diantara orangtuanya. Sebuah tindakan ataupun kekerasan verbal yang terjadi, dimana umumnya untuk menunjukan siapa yang berkuasa di dalam rumah, bisa dicontoh anak karena menganggapnya sebagai suatu hal yang sah-sah saja. Ujung-ujungnya anak akan mengembangkan perilaku tersebut kepada teman-temannya di sekolah atau teman sepermainan.Itu sebabnya, selalu mengembangkan nilai-nilai positif berikut adanya konsekuensi jika terjadi pelanggaran bisa menjadi arahan untuk mendidik anak. Di samping itu, memberi perhatian yang cukup lewat komunikasi yang baik di dalam keluarga juga bisa menjadi media untuk mengenal pribadi anak lebih dekat. Karena bagaimanapun anak ibarat sebuah lembaran kosong yang kemudian ditorehkan lewat berbagai stimulasi dan pesan yang terjadi selama proses perkembangannya.
Mohon ringkasan ini dinilai : 1 2 3 4 5


Please sign in to add your comment Total comments in this abstract : 1

Komentar

Showing 1 out of 1   Please sign in to add your comment
  1. sedikit saran

    dinda

    19 Oktober 2007

    yang lebih menyedihkan bagi saya, belum adanya -satupun- (setahu saya) buku yang mengupas habis tentang bullying yang ditulis oleh psikolog indonesia. Bagaimanapun, tak bisa kita selalu mengandalkan "bahan2" dari barat, karena adanya beda budaya.

Read Free Summaries - Write and Get Paid

Summarize Human Knowledge on Shvoong. Join us!

------

Recent Shvoongers

  • amibroker
  • AsepSuryana
  • herro
  • jurnalis
  • DenKun
  • Kharis
  • nilna
  • AryaGuna
  • airakheisa
  • Rakyat
  • kusuma
  • tomaz
  • insansains
  • deleon
  • PermataPratiwi
  • KireinaLie

.