Menjelang Lebaran,
harga daging sapi dan ayam diperkirakan melonjak tinggi. Ini akibat sistem distribusi dan mahalnya harga pakan. Demikian Menteri Pertanian
Anton Apriantono saat mengunjungi kelompok peternak sapi dan ayam ras di Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (20/9).
Menurut Anton, supaya distribusi daging sapi dan ayam lebih teratur Departemen Pertanian akan mengambil sejumlah langkah. Meski harga naik, Anton menjamin stok daging sapi dan ayam untuk Lebaran masih mencukupi. Disinggung mengenai impor jeroan sapi, Mentan membantah bahwa impor jeroan sapi hanya dari dua negara. Deptan, kata Anton, sudah mendatangkan jeroan sapi dari beberapa negara untuk memenuhi
kebutuhan nasional.
Sementara itu, harga bahan kebutuhan pokok di beberapa pasar di Jakarta masih stabil. Tapi beberapa bahan untuk membuat kue, seperti terigu, kacang-kacangan, mentega, dan telur naik cukup tinggi.
Untuk mengamankan kebutuhan Lebaran, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menggelar rapat persiapan Idul Fitri. Sebelumnya Menteri Perdagangan dan Pertanian melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pasar. Tak hanya itu, Departemen Perdagangan juga telah menyiapkan posko untuk memantau harga dan stok kebutuhan pokok.
Sementara itu,
umi warga Duri Kepa, Jakarta Barat, mengaku, melonjaknya harga kebutuhan pokok sangat mempengaruhi keperluan sehari-hari. Umi, misalnya. Semula dia cukup menyediakan uang sebesar Rp 20 ribu untuk kebutuhan makan suami dan tiga anaknya. Tapi, kini kebutuhan melonjak hingga mencapai Rp 30 ribu. "Akhirnya, kami hanya bisa makan seadanya," kata Umi.
Erik, suami Umi, mengaku penghasilannya sebulan hanya Rp 800 ribu. Uang sebanyak
itu digunakan untuk bayar kontrakan rumah, biaya sekolah, makan sehari-hari, serta ongkos kerja. "Gaji saya hanya cukup untuk satu minggu," kata Erik.
Ringkasan lain tentang Menjelang Lebaran, Harga Daging Diperkirakan Naik