PM Xanana:
Pemuda TL-RI Harus Bersatu DILI- Perdana Menteri (PM) Timor Leste, Xanana Gusmao mengajak pemuda Timor Leste (TL) dan pemuda Republik Indonesia (RI)
untuk membangun dan mempererat persahabatan melalui kegiatan olahraga, seperti sepak bola, bola voli, basket, lari marathon, motocross, seni dan budaya serta kegiatan kepemudaan lainnya yang dapat menggairahkan semangat dan motivasi untuk membangun
kedua negara berdaulat. PM Xanana Gusmao didampingi Wakil PM Jose Luis Guterres dan Sekretaris Negara Pemuda dan Olahraga, Miguel Manetelu mengutarakan hal itu saat bertemu dengan rombongan
crosser dari Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT) di Palacio do Governu, Dili, Senin (17/9). Rombongan crosser NTT yang beranggotakan 20 orang didampingi ketua rombongan, yang juga salah seorang sesepuh orang Timor di Kabupaten Belu, Apolinario Alves Lopes selama 30 menit berdialog dengan PM Xanana Gusmao soal aktivitas kepemudaan kedua negara, terutama pemuda TL dengan pemuda NTT. Sehari sebelumnya, crosser-crosser NTT, ikut berpartisipasi dalam kejuaraan nasional Grass Track dan Motocross di Sirkuit Delta SpeedWay (DSW), Fomento, Dili, dalam rangka memeriahkan HUT ke-9 Referendum (30 Agustus 1999-30 Agustus 2007). PM Xanana merasa senang dan tak henti-hentinya melepas senyuman kepada crosser asal NTT berusia 12 tahun, Evan Baker dari Team EBRT Kefa, yang ikut menghibur masyarakat Kota Dili pada kejurnas Grass Track HUT Referendum di Sirkuit DSW, Minggu (16/9). Dialog yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan itu, PM Xanana mengharapkan agar pemuda kedua negara tidak hanya membangun dan mempererat persahabatan dengan olahraga motocross saja, tetapi melakukan juga kegiatan olahraga lainnya, seperti bola kaki, voli, basket, lari marathon, termasuk seni dan budaya. “Peranan pemuda kedua negara dalam mengisi pembangunan amat penting karena masa depan kedua negara berada di tangan generasi muda. Karena itu, pemuda kedua negara harus mengaktualisasikan diri dalam berbagai kegiatan kepemudaan serta membangun persatuan dan kedamaian,” kata Xanana dalam bahasa Indonesia. PM Xanana mengatakan bahwa dirinya tidak hadir dalam kejurnas Grass Track dan Motocross di Sirkuit DSW karena selama tiga hari berturut-turut hadir di Parlemen Nasional untuk membela dan mempertahankan program pemerintah Aliansi Mayoritas Parlemen (AMP). “Pemerintah baru merasa gembira dengan kedatangan kalian karena sebagai saudara tetangga kita harus saling kunjung-mengunjungi satu sama lain. Kalau ada kegiatan kepemudaan di TL, kalian datang dan sebaliknya ada kegiatan kepemudaan di NTT kami pergi,” tuturnya. Untuk mempererat dan memperkokoh persahabatan pemuda TL dan NTT, PM Xanana meminta kepada pemuda NTT, khususnya pemuda Kabupaten Belu untuk menggelar salah satu kegiatan olahraga pada 10 Desember mendatang, sebagai hari Hak Asasi Manusia (HAM) se dunia agar pemuda TL ikut berpartisi. Melalui ketua rombongan crosser NTT, Apolinario Lopes, PM Xanana menyampaikan salam hangat untuk Gubernur NTT, Piet Alexander Tallo, SH dan jajarannya, Bupati Belu Joachim Lopes dan Wakil Bupati Belu, Gregorius Fernandes beserta jajarannya, juga salam hangat untuk masyarakat kelahiran TL yang berdomisili di NTT. “Pemerintah baru TL ingin membangun persahabatan sejati dengan pemuda dan masyarakat Indonesia, khususnya NTT. Pemuda dan masyarakat kedua negara harus bersatu dalam kedamaian dan keharmonisan serta membangun nilai-nilai universal,” kata Xanana. Menurut rencana, akhir tahun ini atau awal Januari 2008, PM Xanana akan berkunjung ke Indonesia untuk bertemu dengan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono dan para petinggi Indonesia lainnya guna membicarakan hal-hal yang terkait dengan batas kedua negara, seperti border pass untuk memfasilitasi komunikasi antar masyarakat kedua negara. PM Xanana mengatakan bahwa pemerintahan baru yang dipimpinnya akan terus berupaya untuk meningkatkan hubungan bilateral kedua negara berdaulat melalui berbagai aktivitas, terutama aktivitas kepemudaan. “Kami baru duduk di kursi pemerintahan dan kursinya belum panas. Karena itu, untuk membawa masyarakat negara baru ini menuju hari esok yang cemerlang, kami masih menghadapi banyak kesulitan dan tantangan. Namun, kami akan berupaya agar pemerintah baru ini membawa suatu perubahan yang significan bagi masyarakat,” kata Xanana. Sebagai kenang-kenangan, PM Xanana membagikan kaos kepada crosser NTT dan foto bersama. Ia menyalami satu-persatu crosser NTT dengan menyampaikan selamat jalan. Sementara itu, secara terpisah Sekretaris Jenderal Fatil (Federacao Automobilismo e Carting de Timor Leste) Aniceto Berlelo menyampaikan salam hangat untuk pemerintah dan masyarakat NTT umumnya dan khususnya pemerintah Kabupaten Belu di bawah kepemimpinan Bupati Belu Joachim Lopes dan Wakil Bupati Belu Gregorius Fernandes atas partisipasi crosser NTT dalam kejurnas Grass Track dan Motocross di Sirkuit DSW Dili. Berlelo berharap agar keikutsertaan crosser NTT dalam kejurnas Grass Track dan Motocross di Dili bukan terakhir, tetapi kehadiran mereka sangat diharapkan untuk aktivitas kepemudaan TL lainnya yang akan digelar dimasa mendatang. “Kegiatan kepemudaan kedua negara jangan hanya sebatas motocross, tetapi harus lakukan juga kegiatan olahraga lainnya, seperti bola kaki, basket, voli, lari marathon, termasuk seni dan budaya,” tuturnya. Ia juga meralat pemberitaan koran ini, edisi Senin (17/9) berjudul “Baku Lempar Warnai Motocross” yang menyebutkan Presiden Fatil, Joao Alves dan dirinya lari pontang-panting saat terjadi aksi baku lempar antar penonton di Sirkuit DSW. “Itu tidak benar. Saya bersama Presiden Fatil tidak lari pontang-panting, sebagaimana ditulis koran ini,” kata Berlelo. ale/bre
Ringkasan lain tentang pemuda